Druju Culture Carnival 2026 Digelar, 48 Kontingen Siap Meriahkan Desa Druju

MALANG SELATAN — Semarak seni, budaya, dan kreativitas masyarakat kembali mewarnai Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang. Druju Culture Carnival (DCC) 2026 digelar pada Sabtu, 12 September 2026, dengan pemberangkatan peserta dimulai pukul 15.00 WIB.

Sebanyak 48 peserta atau kontingen ambil bagian dalam gelaran budaya tersebut. Mereka menempuh rute kurang lebih 3 kilometer, dengan menyuguhkan beragam kreativitas melalui kostum, seni pertunjukan, serta kreasi budaya masyarakat.

Ketua Panitia DCC 2026, Harianto, mengatakan keikutsertaan puluhan kontingen menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan kegiatan sekaligus mempertahankan budaya dan kreativitas lokal.

Kemeriahan kegiatan turut dihadiri jajaran Forkopimcam Sumbermanjing Wetan, di antaranya Kapolsek Sumawe IPTU Cahyo Wiyono, S.E., S.H., Camat Sumawe Nurul Huda, S.Sos., serta Danramil Sumawe Kapten Cpl Buwasid.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Druju. Kepala Desa Druju H. Mujiono, S.Pd., turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan carnival.

Dalam pelaksanaan kegiatan, pemerintah desa bersama panitia mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan masyarakat. Tingginya kesadaran warga dalam menjaga ketertiban menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan suasana meriah namun tetap kondusif.

Sejumlah kepala desa se-Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga turut diundang untuk menyaksikan langsung kemeriahan Druju Culture Carnival 2026.

Pemberangkatan kontingen dilakukan langsung oleh Kepala Desa Druju. Sejak peserta mulai bergerak dari titik pemberangkatan, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan berbagai penampilan yang disuguhkan para peserta.

Salah satu kontingen yang mencuri perhatian yakni kontingen nomor urut 01 yang dipimpin Saipul, warga RT 14/RW 03. Mengusung tema “Emak-Emak Berdaster”, kontingen tersebut tampil dengan kostum unik dan penuh kreativitas.

Penampilan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana carnival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk berkreasi, membangun kekompakan, sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

Druju Culture Carnival 2026 pun tidak sekadar menjadi tontonan. Di balik kemeriahannya, kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan warga sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

Dengan keterlibatan 48 kontingen, DCC 2026 diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas Desa Druju sekaligus menjadi daya tarik wisata dan budaya di wilayah Malang Selatan.

Arifpin — Krisnanewstv.com