Diserbu Warga! Pasar Murah di Srigonco Hadirkan Sembako Murah, UMKM Bantur Ikut Panen Perhatian
Krisnanewstv.com | MALANG – Ribuan mata tertuju ke Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, saat Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Penguatan Ketahanan Pangan Tahun 2026, Jumat (31/7/2026). Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, semakin menambah semarak kegiatan yang disambut antusias masyarakat.
Program pasar murah ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menekan laju inflasi sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.
Berbagai komoditas penting dijual dengan harga lebih murah, mulai dari beras SPHP, bawang merah, bawang putih, cabai, tepung terigu, gula pasir, MinyakKita, telur ayam ras, hingga daging ayam. Seluruh kebutuhan tersebut disiapkan untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Melalui program “Bulog Mengantar Kebaikan”, Bulog juga menyediakan aneka kebutuhan pangan dengan harga bersahabat. Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyalurkan 500 kupon kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan program pasar murah sesuai ketentuan.
Tak hanya menjadi ajang berburu sembako murah, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM Kecamatan Bantur. Beragam produk unggulan dari 10 desa dipamerkan kepada masyarakat, membuka peluang promosi sekaligus memperluas pasar bagi produk lokal.
Ketua UMKM Kecamatan Bantur, Siti Zulaichoh, S.S., M.Pd., bersama para pelaku UMKM tampil memperkenalkan hasil karya masyarakat yang menjadi kebanggaan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP., yang mendampingi jalannya acara bersama Ketua UMKM Kecamatan Bantur serta jajaran pemerintah desa.
Kepala Desa Srigonco, Didit Puji Leksono, S.Pt., S.H., N-LP, CPLA, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Srigonco sebagai lokasi pelaksanaan pasar murah. Menurutnya, kegiatan tersebut membawa manfaat ganda, yakni membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memberi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Bulog, Disperindag, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
(Arifpin)
