Diduga Terjadi Pungutan Liar di SMK Negeri 1 Semen Kediri, Rekan Indonesia Siap Demo Lagi: Bersihkan Dunia Pendidikan dari Pungli

Kediri, Krisnanewstv.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di lingkungan SMK Negeri 1 Semen, Kota Kediri. Sekolah negeri yang seharusnya menerapkan prinsip pendidikan gratis itu, diduga menarik SPP sebesar Rp150.000 per bulan kepada para siswa.

Padahal, sejak tahun 2017, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) telah secara tegas menghapus Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di seluruh sekolah negeri.

Namun, kenyataan di lapangan justru berbeda. Sejumlah orang tua siswa mengaku keberatan atas kebijakan tersebut yang dianggap tidak transparan dan memberatkan.

“Kami merasa kecewa dan bingung. Ini sekolah negeri, tapi masih ada SPP tiap bulan. Bukankah sudah dihapus sejak lama?” ujar salah satu wali murid yang enggan disebut namanya kepada Krisnanewstv.com, Sabtu (4/10/2025).

Para wali murid berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur segera turun tangan menelusuri dugaan pungutan tersebut dan menegakkan prinsip pendidikan gratis sebagaimana diamanatkan oleh pemerintah.selasa 4/10/25

Tim Krisnanewstv.com telah berupaya mengonfirmasi Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Semen sejak Sabtu melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak sekolah.

Sikap bungkam pihak sekolah justru menambah sorotan publik terhadap minimnya transparansi dan akuntabilitas di dunia pendidikan, khususnya di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menanggapi hal ini, Ketua Rekan Indonesia, Bagus Romadon, menyatakan keprihatinan dan menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami dari Rekan Indonesia tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai dunia pendidikan benar-benar bersih dari praktik pungli,” tegas Bagus Romadon kepada Krisnanewstv.com.

Lebih lanjut, Bagus Romadon mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan mulai minggu depan di SMK Negeri 1 Ngasem, yang juga diduga memiliki persoalan serupa.

“Minggu depan kami akan melakukan aksi di SMKN 1 Ngasem. Kami ingin memastikan tidak ada lagi pungli di sekolah negeri mana pun di Kediri,” ujarnya dengan tegas.

Masyarakat kini menanti langkah nyata dari otoritas pendidikan dan aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan pungli di sekolah negeri serta memastikan kebijakan pendidikan gratis benar-benar dijalankan tanpa penyimpangan.

(mbh/geng)