BRI Pare Miliki 2.700 BRILink Agen, Total Volume Transaksi Tembus Rp 2,4 Triliun

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Perluasan akses layanan keuangan terus dilakukan BRI Branch Office (BO) Pare melalui pengembangan jaringan BRILink Agen. Hingga September 2026, jumlah agen yang berada di bawah supervisi BRI BO Pare mencapai 2.700 unit dengan total volume transaksi tercatat sebesar Rp 2,4 triliun.

Branch Office Head BRI BO Pare, Fahiem Fanani, mengatakan keberadaan BRILink Agen menjadi salah satu upaya BRI memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus mendorong inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Menurut Fahiem, jaringan agen tersebut memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan transaksi keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor bank. Kehadirannya juga membantu menjangkau warga di wilayah yang jauh dari fasilitas perbankan.

“Melalui BRILink Agen, masyarakat kini dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan lebih mudah, cepat, dan dekat dari tempat tinggal mereka. Kehadiran agen tidak hanya mendukung inklusi keuangan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat serta membantu mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” ujar Fahiem.

Layanan BRILink Agen mencakup berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari penarikan dan penyetoran uang tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan token listrik, hingga layanan remitansi. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan formal.

Fahiem menambahkan, aktivitas transaksi melalui BRILink Agen juga berkontribusi terhadap Fee Based Income (FBI) BRI. Di sisi lain, pola kemitraan tersebut memberikan peluang pendapatan tambahan bagi para agen melalui imbal jasa atau fee dari transaksi yang dilayani.

“Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ungkapnya.

Salah satu contoh pemanfaatan jaringan BRILink Agen terdapat di Cahaya Cell, Pare, Kabupaten Kediri. Selain menjalankan usaha toko kebutuhan sehari-hari, toko seluler, dan layanan perjalanan umrah, usaha tersebut juga melayani berbagai transaksi keuangan bagi masyarakat sekitar.

Pemilik BRILink Agen Cahaya Cell, Fatimatuz Zahra, menyebutkan bahwa tempat usahanya melayani sedikitnya 180 transaksi setiap hari, dengan total nominal transaksi mencapai sekitar Rp 180 juta. Jika dihitung berdasarkan angka harian tersebut, nilai transaksi secara akumulatif dapat mencapai sekitar Rp 5,4 miliar per bulan.

Menurut Fatimatuz, pelanggan yang memanfaatkan layanan tersebut berasal dari berbagai kalangan, terutama masyarakat di sekitar lokasi usaha. Transaksi yang dilayani antara lain penarikan uang tunai, transfer, pembayaran tagihan, serta kebutuhan keuangan lainnya.

“Sebagian besar pelanggan kami adalah masyarakat sekitar. Biasanya untuk tarik tunai, transfer, pembayaran atau transaksi lainnya. Bahkan, kami juga melayani penarikan uang dengan nominal kecil mulai dari Rp10 ribu,” ungkap Fatimatuz.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, BRILink Agen Cahaya Cell terus berupaya memberikan pelayanan melalui berbagai fasilitas transaksi, termasuk penarikan tunai, pengisian saldo, dan pembayaran tagihan.

Pengalaman Cahaya Cell menunjukkan bagaimana agen perbankan dapat menjadi akses layanan keuangan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Jaringan ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan layanan sekaligus memperoleh tambahan pendapatan.

BRI BO Pare berkomitmen melanjutkan pengembangan jaringan BRILink Agen guna memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan perbankan secara bijak, menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP, serta memastikan nominal transaksi sebelum menyelesaikan pembayaran demi keamanan bersama.


Jurnalis: Mohamad Yunus