Bejo Sandy Mengungkapkan Rinding Malang Merupakan Jaringan Harpa Mulut Indonesia

Malang(tabloidpilarpost.com),Bejo Sandi salah satu seniman Rinding Malang yang tetap eksis hingga kini mengungkapkan kegelisahan hati dan harapannya kepada Suryadi Eka Dharma Kaperwil tabloid Pilarpost Jawa Timur Dan juga sebagai Korwil Malang Raya pada saat acara South Wave 2026 di Stand Harpa Mulut Indonesia di Pantai Regent Balekambang tempat berlangsungnya Acara South Wave 2026 pada hari Sabtu,25/10/2026).

Bejo Sandy Seniman musik yang di kenal ramah tersebut mengungkapkan Rinding Malang adalah salah satu instumen dari Malang yang bisa di anggap punah padahal termasuk dalam jaringan Harpa Mulut Indonesia bahkan dunia.

Menurutnya seorang arkeolog ,instumen ini sudah tertera pada Kitab Ramayana (200 M)
jaman kerajaan awal di Indonesia,Kitab Subadra
Wiwaha (700 M) jaman kerajaan Sriwijaya dan ketajaan Mataram Kuno serta pada Kitab Sumana Santaka (abad 12 M) jaman Kerajaan Kediri.

Sejak 2017 ,upaya revitalisasi instrumen ini terus dilakukan secara masif hingga kini dan pada tahun 2018 Rinding Malang telah tercatat pada Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Malang dan berada di peringkat 45 ‘ 9 Tahun
Astra Satu Indonesia Award”.

Tahun 2020 Rinding Malang di setujui dalam pencatatan Warisan Budaya Tak Benda(WBTB)
Kemendikbud RI bidang seni pertunjukan dan masuk film pendek “Nabastala Paling Mengerti “
bersama Kemenhub RI .

Lebih lanjut Bejo Sandy bercerita tahun 2021 lolos acara International Mask Festival (IMF)di Solo meramaikan acara AKI (Apresiasi Kreasi Indonesia) bersama Kemenparekraf RI di Surabaya dan menjadi peringkat 2 lomba Naskah Budaya Kota Malang.

Sedangkan Tahun 2024 diundang menjadi narasumber YAR-TSRA Oleh UNESCO dan Tanoto Foundation dan Tahun 2025 menjadi 3 besar Kompetisi Video Pendek Tingkat nasional
oleh Prakarsa ID dan Univ.Udayana.

Tetapi Bejo Sandy menyampaikan kegelisahannya di Malang Raya tercatat seniman yang akses memakai instrumen Rinding Malang sekitar 20 orang terdata dan apakah setelah beliau apabila meninggal nantinya sebagai salah satu seniman terakhir perjuangkan eksistensi Rinding Malang tetapi beliau berharap bukan menjadi orang yang terakhir sebagai seniman Rinding Malang dan hendaknya pemerintah Kabupaten Malang .memberi perhatian kelestarian budaya yang sudah di anggap punah agar bisa dikembangkan kepada generasi muda di negeri ini .

Di sesi berikutnya Bejo Sandy praktekan alat instrumen tersebut dan senang hati memberi tahu cara Tehnik memainkan Harpa Mulut Indonesia kemudian beliau tampil di Pentas di Acara South Wave 2026 di Pantai Regent Balekambang di saksikan sekda kabupaten Malang beserta kadis Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Malang serta para undangan dengan penampilan yang memukau

Bila berminat mengadakan workshop,pelatihan
dan atau diskusi tentang Rinding Malang dan harpa Mulut Indonesia dapat langsung menghubungi GALEJO( Galeri Bejo) Jalan Ranakah 12-14 Blok F No.6-7 Tidar Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang
085895384363(Surya)