Bakti Sosial Pahlawan Peduli Abrasi Pantai,Ayo Bersama Gerakan Tanam Mangrove Di Pantai Sugu

Krisnanewstv com//Malang, Dalam rangka mengurangi abrasi pantai dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan “Sandination ” bersama pihak dan pengelola Pantai 3 In One beserta elemen lainnya mengadakan acara “Bhakti Sosial Pahlawan Peduli Abrasi Pantai,,Ayo Bersama Gerakan Tanam Mangrove” bertempat di Pantai Sugu (area barat Pantai Banyu Meneng) Desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang pada hari Minggu (23/02/2025).

Dalam kegiatan tersebut menyerukan “Ayo Jadi Pahlawan Penghalau Abrasi Pantai”yang di prakarsai SANDINATION di dukung oleh CV Atap Rumah Studio Plus, Perhutani,Pantai 3 In One (Ngengtup,Banyumeneng, Selok), Banyu Meneng Channel ,Kantor Hukum Yustitia Indonesia dan GANN GANN(Gerakan Anti Narkotika Nasional), DEP,NAWAK cloth &Sportwear Kedai 08 Mbok Sul Bantur Meneng,SekilasMedia.com,Krisnanewstv com,network Perwira Satu dan Radar Blambangan.

Kegiatan di hadiri Waka ADM Perhutani Malang Timur Soekirno,Warno Kasie Perhutani dan Dinas Kehutanan Jawa Timur Utama Aji Laksana,Perwakilan dari Sandination Hana Farichatul Fauziah , Dwi Indrotito Cahyono S.H,M.M dari GANN, Dalu E.Pasetiyo dan Astiko AsperSengguruh dan perwakilan pendukung acara,Ketua Penyelenggara Dwi Juniarto C.E.M.

“Indonesia memiliki salah satu hutan mangrove terluas di dunia. Pantai Sugu sendiri memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.,”Tegas Ketua Relawan Dwi Juniarto dan juga merupakan pegiat pariwisata.

Lebih lanjut mengatakan “Oleh karena itu, upaya pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam,” .

Selain sebagai langkah konservasi, program penanaman mangrove ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

“Mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi, menyerap karbon, dan menjaga kualitas lingkungan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat melalui pariwisata berbasis edukasi lingkungan,” tegas Juniarto

Wakil Administratur Perhutani KPH Malang, Soekirno, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Ia menekankan bahwa meskipun jumlah pohon yang ditanam masih terbatas, langkah kecil ini adalah awal dari upaya besar dalam menyelamatkan pantai dari abrasi.

“Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, tetapi juga menghidupkan kembali ekosistem laut seperti kepiting dan biota lainnya yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Soekirno berharap program ini tidak hanya berhenti pada penanaman tetapi juga dilanjutkan dengan pemeliharaan secara berkala. “Saya mengusulkan adanya kegiatan pemeliharaan bersama dalam tiga hingga enam bulan ke depan untuk memastikan tanaman mangrove dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat optimal,” kata Soekirno.

Sementara Ketua Kelompok Tani Hutan KTH Banyumeneng Zainul Afkar, juga menyambut baik kegiatan ini. “Saya berharap penanaman mangrove di Pantai Sugu dapat menjadi langkah awal bagi kelestarian dan keindahan wisata pesisir lainnya, seperti Pantai 3 in 1 Banyumeneng yang juga dikelola oleh kelompoknya.

Dengan aksi nyata ini, Perhutani dan relawan menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan bersama untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.,” pungkas Soekarno

Surya Dharma
(Krisnanewstvcom)