Apel Pengamanan Druju Culture Carnival 2026, Kapolsek Sumawe Tegaskan Penegakan Aturan dan Pendekatan Humanis
MALANG — Guna memastikan pelaksanaan Druju Culture Carnival 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif, Kapolsek Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Iptu Cahyo Wiyono, S.E. memimpin langsung apel kesiapan pengamanan di lokasi start, Sabtu (12/9/2026).
Apel gabungan tersebut melibatkan personel Polsek Sumawe, TNI, Dinas Perhubungan, Linmas, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta Druju Culture Carnival 2026.
Pengamanan menjadi perhatian serius mengingat gelaran budaya dan pesta rakyat tersebut diikuti 48 peserta. Kepadatan massa dan pergerakan peserta sepanjang rute menjadi salah satu titik perhatian, khususnya berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas serta potensi gangguan keamanan.
Dalam arahannya, Iptu Cahyo Wiyono menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan harus menjalankan tugas sesuai ketentuan dan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi di Polres Malang.
“Kegiatan Druju Culture Carnival 2026 ini melibatkan massa dan peserta yang cukup besar. Personel gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan maupun gangguan keamanan serta di simpul-simpul rute utama,” tegasnya.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh peserta dan penonton agar bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Peserta diminta mematuhi ketentuan mengenai penggunaan pengeras suara, termasuk batasan tingkat kebisingan, serta tidak membawa senjata tajam maupun minuman keras.
Menurutnya, aturan yang telah disepakati bukan untuk membatasi kreativitas masyarakat, melainkan menjadi bagian penting untuk memastikan pesta budaya tersebut dapat berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh pihak.
“Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba memprovokasi ataupun mengganggu keamanan dan ketertiban. Namun, saya juga meminta seluruh petugas pengamanan mengedepankan cara-cara yang humanis dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat menciptakan suasana pengamanan yang tegas namun tetap mengedepankan komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Pemdes Druju Apresiasi Sinergi Pengamanan
Dukungan terhadap kesiapan pengamanan juga disampaikan Pemerintah Desa Druju. Kepala Desa Druju H. Mujiono, S.Pd. mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Desa Druju, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolsek Sumawe beserta jajaran Muspika yang memberikan pengawalan penuh. Karnaval ini merupakan wajah kreativitas sekaligus kearifan lokal masyarakat kami,” tuturnya.
Ia mengatakan, pemerintah desa juga telah mengimbau para kepala dusun serta ketua RT/RW untuk turut mengondisikan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Mari kita tunjukkan bahwa warga Desa Druju adalah tuan rumah yang ramah, tertib, dan memiliki kesadaran terhadap keamanan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Druju Culture Carnival 2026, Hariono alias Gombing, mengatakan apel gabungan tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan kesiapan teknis antara panitia, peserta, dan petugas di lapangan.
Menurutnya, kedisiplinan 48 peserta menjadi salah satu kunci agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.
“Tahun ini Druju Culture Carnival diikuti 48 tim peserta dengan kreativitas kostum dan kendaraan sound yang luar biasa. Kerja sama teknis antara panitia, peserta, Polsek, TNI, Dishub, hingga Linmas sudah kami matangkan, termasuk pengaturan kantong parkir dan jalur evakuasi darurat,” jelas Hariono.
Ia juga meminta seluruh peserta disiplin terhadap waktu serta tetap berada dalam formasi dan jalur yang telah ditentukan.
“Kami meminta para peserta disiplin waktu dan tetap berada di dalam formasi rute agar acara dapat selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan umum lainnya,” pungkasnya.
Dengan kesiapan lintas sektor tersebut, Druju Culture Carnival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreativitas dan pelestarian budaya masyarakat, tetapi juga mampu menjadi contoh penyelenggaraan kegiatan massal yang aman, tertib, humanis, dan tetap menghormati kepentingan masyarakat pengguna jalan.
(Suryadi)
