Petani Tebu Menjerit Panen Tetapi Menyusut , Pupuk Cair Jadi Polemik Di Malang

Krisnanewstv.Com// Kabupaten Malang, Saat bulan ini para petani tebu khususnya yang ada di Malang Raya mulai panen di berbagai daerah walau tidak semuanya, seperti terlihat di daerah Dusun Jubel Desa Bantur Kecamatan Bantur dan daerah Prekul Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang pada hari Rabu(29/05/2024).

Tetapi ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh para petani tebu saat ini di samping pupuk bersubsidi di batasi atau berkurang akhirnya membeli pupuk non subsidi bagi petani terhitung mahal dan memberarkan terlebih lagi pupuk alternatif yaitu pupuk cair saat ini di berbagai daerah tidak diperbolehkan karena bau dan alternatif lain pun misal pupuk organik bahasa petani untuk kehidupan kok mau coba coba.

Saat bertemu petani Jubel RT54/RW11 Abdul Hamid mengatakan tahun ini panen tapi dari segi bobot berkurang problemnya karena hujan dan kurang pupuk , pupuk saat ini mahal maunya murah dan merata , masalah pupuk ketersediaan ada dan subsidi ada walau agak lambat.

Mengenai pupuk cair yang menyengat tidak boleh masuk tetapi pupuk cair yang bau tidak masalah tetapi untuk pemerintah diharapkan harga pupuk non subsidi dan subsidi kalau bisa murah, kalau harga tebu saat ini mahal Jelasnya

Sementara itu petani setempat juga warga Jubel Basori mengatakan pupuk sing mambu orah oleh tapi sing adoh omah nganggu pupuk cair gak popo (pupuk yang bau tidak boleh tapi sing jauh dari rumah pakai pupuk cair tidak ada apa apa) dan harapannya ke pemerintah pupuk murah tapi untuk saat ini bagi petani cukup mahal.

Surya Dharma