Kades Wonokerto Kurang Fit Tetap Adakan NOBAR Bersama Warga ,Timnas U23 Kalah Terhormat
Krisnabewstv.com//Kabupaten Malang, Impian dan harapan pemain pelatih timnas U23 dan warga masyarakat seluruh Indonesia agar Timnas U23 bisa lolos ke Olimpiade 2024 dengan cara mendukung NOBAR melihat live di stasiun RCTI di berbagai tempat pupus sudah setelah pada hari Kamis(09/05/2024) timnas U23 Indonesia Vs timnas U23 Guinea kalah 0/1.di Stadion Clateflontaine
Pukul 21.00 WIB sampai selesai
Awalnya ada harapan kedua tim saling sikut agar bisa mengikuti Olimpiade yang kedua kalinya ,dan timnas U23 Indonesia terbilang fenomenal karena tim yang di anggap lemah akan tetapi di Piala Asia U23 2024 di Qatar bablas sampai ke semifinal meski sayang sekali gagal ke final dan berada diurutan ke 4 dan harapan masih ada melawan Guinea laga play off ini.

Riwayat timnas Indonesia sendiri pernah mengikuti olimpiade pada tahun 1959 dan Gueinea pernah lolos Olimpiade tahun 1968 maka pertandingan ini siapapun yang menang akan masuk group A Olimpiade bergabung dengan tuan rumah Perancis,Amerika Serikat dan Selandia Baru. dan di prediksi pertandingan kali ini sangat sengit karena Guinea di perkuat oleh para pemain Eropa.
Salah satunya adalah NOBAR (Nonton Bareng )berada bertempat di sebelah KUD Satya Dharma Wonokerto di pinggir jalan Raya Bantur Dusun Krajan Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Jawa Timur yang mana NOBAR kali ini di fasiltasi oleh Kepala Desa Wonokerto Termidi Kuswanto meski saat itu Kades dalam kondisi kurang fit tetap adakan NOBAR bersama warga setempat meski pada akhirnya Timnas U23 Kalah terhormat.
Jalannya pertandingan itu sendiri kedua tim jual beli serangan dan nampak sekali timnas U23 Guinea penuh pengalaman body charge pun hampir selalu menang terkadang dibumbui drama yang merugikan timnas Indonesia dan puncak awak timnas Indonesia terkena pinalti dan saat babak pertama kalah 1/0 .
Memasuki babak kedua jual beli serangan kedua tim luar biasa akan tetapi beberapa keputusan keputusan wasit asal Perancis sangat merugikan tim as U23 diperparah dengan penuh drama dilakukan oleh timnas Guinea dan Indonesia kembali lagi terkena hukuman pinalti dan pelatih STY protes bahwa hal ini mengenai murni bola akan tetapi oleh wasit di anggap STY protes berlebihan terkena kartu kuning dan karena protes terus akhirnya di beri kartu kuning lagi sehingga kartu merah keluar memaksa pelatih timnas Indonesia keluar dari Bench pelatih dan harus keluar dari lapangan setelah Dewangga pemain pengganti di anggap melanggar akan tetapi setelah dilihat tayangan ulang jelas murni terkena bola dan bersyukur pinalti tersebut tidak masuk di samping permainan di bawah mistar timnas Ernando Ari gemilang menggagalkan beberapa momen yang harus menjadi gol dan secara mental Timnas Indonesia sedikit berpengaruh pecah konsentrasi akibat keputusan wasit seperti berat sebelah sampai peluit berbunyi akhir pertandingan timnas U23 skor tetap berakhir 0/1 untuk kemenangan timnas U23 Guinea dan di sambut gembira oleh Pemain dan staff pelatih Guinea
Warga masyarakat Wonokerto terlihat kecewa dengan hasil ini akan tetapi tetap apresiasi kepada Timnas dan sepakat seperti disampaikan Sutrisno tim manapun akah kalah bila selalu keputusan seperti itu karena di momen momen yang tidak harus Free kick dan lainnya yang membuat punggawa timnas terpancing emosi dan hal yang perlu diperhatikan dan pembelajaran dalam permainan sepak bola skill tidak cukup tetapi drama drama harus dilakukan sehingga pecah konsentrasi lawan dan mempengaruhi keputusan wasit dan sekaligus membuat prihatin pecandu sepak bola yang jauh dari semangat sportivitas ,tetap apresiasi kepada Punggawa Timnas U23 kalian kalah terhormat dan tetap rakyat Indonesia memberi support masih ada hari esok lebih baik.
Dharma
