Sekda Tugaskan Eko Wahyu Widodo Untuk Turun Cek Lokasi Dampak Penyakit Lato Lato
Krisnanews.tv.com//Kabupaten Malang Setelah adanya laporan adanya penyakit lato lato rilis berita media online Krisnanewstv.com dengan judul”Sapi terkena Lato Lato Peternak Resah ,Bupati Malang Drs.H.M.Sanusi,M.M lewat Sekda Dr.Nurman Ramdansyah ,S.H,M.Hum menugaskan kepada Kepala DinasPeternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH)Kabupaten
Malang Eko Wahyu Widodo pada hari Jum’at (15/03) di Dusun Gampingan Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang ,Jawa Timur.
Adapun yang turun ke Lapangan dan menuju ke lokasi peternak Sapi yang terdampak Dusun Gampingan Desa Wonokerto yaitu Kadis DPKH Eko Wahyu Widodo dan tim serta Dwi Leksono Mantri Hewan .

Pjs.Sekda Kabupaten Malang Dr.Nurman Ramdhansyah S.H., M.Hum saat dikonfirmasi pada hari Sabtu (16/03)mengatakan setelah info berita tersebut di terima saya langsung hari itu juga menugaskan Pak Eko WW selaku Kadisnak Keswan untuk turun dan cek lokasi serta melaporkan hasilnya ,” ungkapnya
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Eko Wahyu Widodo menyampaikan,” Siap bapak tim dokter kami sudah turun semua kelapangan dan 2 minggu yg lalu saya sudah melaporkan kepada Bapak Bupati terima kasih dan akan kami tingkatkan lagi penanganan dilaoangan ,” jelasnya
Sementara itu Narti istri peternak Sapi Rusdi di RT 42 RW 08 Dusun Gampingan mengatakan ” Pagi hari datang ke tempat sini yaitu Camat Bantur Bayu Jatmiko, Pak Kapolsek ,babinsa Kades Termidi dan berdialog keluh kesah bapak mengenai ternaknya yang kena penyakit lato lato dan setelah itu siangnya ada tamu katanya dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Malang dan diterima Pak Rusdi langsung dan saya ,’ terangnya
“Bapak di tanya paling beli sapi di pasar murah murah dan dijawab bapak mboten saya beli di tetangga ke kandang dan juga di tanya di vaksin apa tidak dan juga suruh di semprot dikandang dan saya tetap bersyukur didatangi perhatian dari pemerintah,’ jelasnya
Setelah mengetahui bila ada Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan datang sebagian Peternak bertanya untuk Pertenak lain bagaimana penanganan selanjutnya sampai berita dirilis menunggu konfirmasi dari dinas terkait.
Dharna
