Festival Hari Santri 2026 di Gedangan Meriah, Jadi Panggung Kreativitas dan Silaturahmi Santri
MALANG – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi pesantren terasa dalam Festival Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di MTs Mambaul Ulum Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2026). Ratusan santri, pelajar, kader muda Nahdlatul Ulama (NU), serta anggota Muslimat NU turut memeriahkan kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengembangan potensi generasi muda tersebut.
Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Merawat Negara: Semarak Santri untuk Indonesia”, festival ini diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Gedangan bekerja sama dengan MTs Mambaul Ulum Gedangan.
Beragam perlombaan digelar untuk memberikan ruang bagi para peserta dalam mengembangkan bakat dan kemampuan. Mulai dari lomba dai, azan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kaligrafi, pencak silat, hingga paduan suara Muslimat NU yang diikuti tujuh ranting se-Kecamatan Gedangan.
Ketua Panitia, Muhammad Yunus, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat berlangsung meriah.
Menurutnya, Festival Hari Santri tidak sekadar menjadi ajang untuk memperebutkan juara, tetapi juga kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, membangun rasa percaya diri, serta mempererat persaudaraan.
“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan panggung bagi para santri di wilayah Gedangan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berprestasi di bidang seni, budaya, dan olahraga,” ujar Muhammad Yunus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak MTs Mambaul Ulum dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap festival ini dapat melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, memiliki semangat belajar, serta mampu bersaing secara positif.
Kepala Desa Gedangan, Hendik Krisdyanto, yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, turut mengapresiasi kolaborasi antara IPNU-IPPNU dan pihak madrasah.
Menurutnya, kegiatan positif yang melibatkan generasi muda menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kebersamaan, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta membangun karakter generasi penerus.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Gedangan sangat bangga dan mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Melalui festival ini, kita tidak hanya merawat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga membentengi moral generasi muda agar siap berkontribusi membangun desa dan negara,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gedangan, Moh. Ainun Naim, Kepala Desa Gajahrejo Siswoyo, serta sejumlah undangan lainnya.
Moh. Ainun Naim berharap peringatan Hari Santri Nasional melalui kegiatan bersama seperti ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Paduan Suara Muslimat NU Curi Perhatian
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam festival tersebut adalah perlombaan paduan suara Muslimat NU. Tujuh ranting yang mengikuti lomba tampil dengan kemampuan olah vokal dan semangat masing-masing, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton.
Penampilan peserta Muslimat NU dari Ranting Sindurejo menjadi salah satu momen yang menghidupkan suasana. Dengan penuh semangat, para peserta tampil percaya diri hingga mengundang aplaus dan menambah kemeriahan acara.
Suasana tersebut memperlihatkan bahwa Festival Hari Santri bukan hanya milik kalangan pelajar dan santri, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan lintas generasi. Para peserta dapat saling mendukung, mengapresiasi kemampuan satu sama lain, sekaligus menjaga tradisi kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Rangkaian acara berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan pengumuman juara serta pembagian piala kepada para pemenang lomba.
Lebih dari sekadar kompetisi, Festival Hari Santri Nasional 2026 di Gedangan menjadi pengingat bahwa semangat santri dapat tumbuh melalui pendidikan, kreativitas, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan semacam ini, para santri dan generasi muda diharapkan terus memiliki ruang untuk berkembang, memperkuat persaudaraan, serta mengambil bagian dalam membangun masyarakat dan Indonesia.
(Suryadi/Krisnanewstv.com)
