Ikrar Setia NKRI, Dua Napiter Lapas Pati Teguhkan Komitmen untuk Kembali ke Tengah Masyarakat
PATI | Krisnanewstv.com – Perubahan tidak selalu terjadi dalam sekejap. Ada proses panjang, pendampingan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Hal itu tergambar dalam momentum pengambilan sumpah dan pembacaan Ikrar Kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilakukan dua Narapidana Tindak Pidana Terorisme (Napiter) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati, Selasa (1/9/2026).
Kedua Napiter berinisial S dan SW menyatakan komitmennya untuk kembali setia kepada NKRI. Ikrar tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan yang mereka jalani sekaligus langkah penting menuju kehidupan baru dan reintegrasi sosial di tengah masyarakat.

Prosesi berlangsung di Lapas Kelas IIB Pati mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Suasana berjalan tertib dan khidmat. Sejumlah unsur turut hadir menyaksikan momentum tersebut, mulai dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, BNPT, Densus 88 AT, Bapas Pati, Kejaksaan Negeri Pati, Kodim 0718/Pati, Polresta Pati, Kesbangpol Pati hingga Pengadilan Negeri Pati.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan Napiter bukan pekerjaan satu lembaga saja. Dibutuhkan sinergi dan pendampingan bersama agar perubahan yang telah dimulai dapat terus dijaga.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, mengatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI merupakan momentum penting dalam proses pembinaan yang telah dijalani kedua Napiter.
“Ikrar kesetiaan kepada NKRI menjadi momentum penting dalam proses pembinaan. Kami berharap ikrar ini tidak hanya diucapkan, tetapi juga menjadi komitmen yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujar Suprihadi.
Menurutnya, pembinaan tidak berhenti setelah prosesi ikrar selesai. Justru setelah komitmen tersebut dinyatakan, proses pendampingan perlu terus dilakukan agar nilai-nilai kebangsaan semakin tertanam dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suprihadi berharap kedua Napiter dapat memandang momentum tersebut sebagai bagian dari perjalanan untuk mempersiapkan diri kembali ke lingkungan sosial.
“Ini merupakan bagian dari proses untuk mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebangsaan,” lanjutnya.
Bagi kedua Napiter, ikrar tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan pembinaan. Pernyataan kesetiaan kepada NKRI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prosesi formal, tetapi benar-benar tercermin melalui perubahan sikap, pola pikir dan perilaku.
Setelah menyatakan komitmennya, pembinaan terhadap keduanya akan tetap dilanjutkan. Penguatan wawasan kebangsaan, pendampingan serta persiapan reintegrasi sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.
Pada akhirnya, proses pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi seseorang untuk berubah dan mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Momentum di Lapas Pati ini menjadi gambaran bahwa jalan menuju perubahan membutuhkan waktu, konsistensi dan dukungan banyak pihak. Harapannya, komitmen yang telah diikrarkan dapat menjadi pijakan bagi S dan SW untuk menjalani kehidupan yang lebih baik serta mampu berkontribusi secara positif ketika kembali ke masyarakat.
(Hms/MS)
