Nurhadi, S.Pd., M.H. Dorong Rekan Indonesia Tak Lelah Mengabdi: Edukasi BPJS dan Cek Kesehatan Gratis Hadir di Tengah Masyarakat

KEDIRI, JAWA TIMUR — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang besar. Kadang, hadir, mendengar, memberi edukasi, dan membantu warga mendapatkan akses kesehatan justru menjadi bentuk kepedulian yang paling terasa.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Pra-HUT ke-15 Rekan Indonesia yang digelar KPW Rekan Indonesia Jawa Timur bersama KPD Rekan Indonesia Kabupaten Kediri di Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (29/8/2026).

Mengusung tema “15 Tahun Mengabdi, Sehatkan Negeri”, kegiatan tersebut dikemas secara sederhana namun sarat manfaat. Warga diajak mengikuti mancing gratis, mendapatkan edukasi mengenai BPJS Kesehatan dan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus memperoleh pemeriksaan serta konsultasi kesehatan secara gratis.

Sekitar 200 pemancing ikut meramaikan kegiatan. Panitia bahkan menyiapkan sekitar 1,5 kwintal atau 150 kilogram ikan lele.

Namun, di balik suasana santai dan meriahnya kegiatan, terdapat pesan yang jauh lebih penting: bagaimana masyarakat semakin memahami kesehatan dan mengetahui akses pelayanan yang menjadi hak mereka.

Nurhadi: Jangan Pernah Lelah Mengabdi

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah Rekan Indonesia yang memilih mendekatkan edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kesehatan.

“Saya berharap Rekan Indonesia terus menjaga semangat pengabdian. Jangan lelah untuk hadir di tengah masyarakat, membantu masyarakat, memberikan edukasi kesehatan, dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah maupun lembaga pelayanan publik.”

Nurhadi juga mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kesehatan serta terus membangun komunikasi dan kepedulian di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat harus semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Mari kita bangun komunikasi yang baik, saling peduli, dan bersama-sama menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.”

Edukasi BPJS, Warga Bisa Bertanya Langsung

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah edukasi mengenai BPJS Kesehatan dan JKN.

Sosialisasi disampaikan oleh Aita Poerdiningsih, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Kediri.

Warga tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga diberikan kesempatan bertanya dan berkonsultasi secara langsung mengenai kepesertaan maupun layanan BPJS Kesehatan.

Ruang dialog seperti ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan informasi secara sederhana dan mudah dipahami terkait hak, prosedur, serta akses pelayanan kesehatan dalam program JKN.

70 Warga Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kepedulian terhadap kesehatan juga diwujudkan melalui pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis.

Sekitar 70 warga mengikuti pemeriksaan yang meliputi sejumlah indikator kesehatan dasar, seperti tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, hingga indeks massa tubuh (IMT).

Bagi masyarakat, layanan tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Sederhana, tetapi memiliki arti penting. Sebab, semakin cepat seseorang mengetahui kondisi kesehatannya, semakin besar pula kesempatan untuk melakukan langkah pencegahan dan menjaga pola hidup yang lebih sehat.

Bagus Romadon: 15 Tahun Bukan Sekadar Angka

Ketua KPW Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon, menegaskan bahwa perjalanan 15 tahun Rekan Indonesia bukan sekadar angka dalam perjalanan organisasi.

Menurutnya, usia tersebut harus menjadi energi untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

“Bagi kami, usia 15 tahun bukan hanya angka. Ini adalah perjalanan panjang pengabdian yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Rekan Indonesia harus tetap hadir ketika masyarakat membutuhkan, khususnya dalam persoalan kesehatan dan kemanusiaan.”

Bagus menilai pengabdian tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga legislatif, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat.

“Rekan Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, DPR RI, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.”

Ia menambahkan, kegiatan di Desa Tegalan merupakan salah satu bentuk komitmen organisasi untuk terus berada di tengah masyarakat.

“Semangat kami sederhana: hadir, peduli dan mengabdi. Menang adalah bonus, tetapi bisa membantu dan memberikan manfaat kepada masyarakat adalah tujuan utama kami.”

Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Momentum Pengabdian

Pra-HUT ke-15 Rekan Indonesia tersebut akhirnya bukan sekadar kegiatan menyambut hari ulang tahun organisasi.

Di Desa Tegalan, hiburan, edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan ruang dialog dipadukan menjadi satu kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Semangat “15 Tahun Mengabdi, Sehatkan Negeri” pun menjadi pengingat bahwa keberadaan sebuah organisasi akan memiliki makna ketika mampu memberikan manfaat nyata.

Karena pada akhirnya, pengabdian bukan tentang seberapa besar kegiatan yang digelar, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

Dan dari Desa Tegalan, pesan itu kembali digaungkan: hadir, peduli, dan terus mengabdi.