Diduga Ada Kepentingan Kelompok, Stabilitas PAUD–TK Bougenville Sitirejo Mulai Terusik

 

Malang, Krisnanewstv —
Dunia pendidikan anak usia dini di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, kini tengah berada dalam bayang-bayang polemik yang memicu keresahan masyarakat. PAUD dan TK KB Bougenville yang selama hampir 13 tahun menjadi tempat belajar anak-anak di Balai RW 05 Dusun Sariasri, diduga mulai mendapat tekanan akibat munculnya kepentingan kelompok tertentu di lingkungan setempat.

Situasi ini memantik perhatian publik karena dinilai dapat mengganggu stabilitas pendidikan anak usia dini yang selama ini berjalan kondusif dan tanpa persoalan berarti.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebut adanya isu terkait legalitas penggunaan Balai RW 05 sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar. Isu tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran akan adanya upaya relokasi hingga dugaan penggiringan opini yang berpotensi memecah lingkungan warga.

Padahal, keberadaan PAUD/KB Bougenville selama ini diketahui telah berjalan bertahun-tahun dan diperkuat dengan surat pernyataan yang menyebut fasilitas tersebut sebagai bagian dari aset desa. Secara kelembagaan pun, KB Bougenville berada di bawah naungan TP PKK Desa Sitirejo.

Namun dalam satu tahun terakhir, suasana yang sebelumnya tenang mulai berubah. Polemik yang muncul disebut-sebut bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan diduga telah menyerempet pada kepentingan kelompok yang dapat mengorbankan kenyamanan belajar anak-anak.

Kepala PAUD KB Bougenville, Elly Zarwati, A.Md, menegaskan pihaknya hanya ingin proses pendidikan berjalan normal tanpa intervensi apa pun.

“Sekolah ini sudah lama menjadi tempat belajar anak-anak. Kami berharap tidak ada tekanan ataupun upaya yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Keresahan serupa juga dirasakan wali murid. Mereka berharap dunia pendidikan tidak dijadikan arena konflik kepentingan yang justru berdampak pada psikologis anak-anak.

“Anak-anak butuh tempat belajar yang aman dan nyaman. Jangan sampai pendidikan dijadikan objek tarik-menarik kepentingan,” ungkap salah satu wali murid.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Sitirejo, Sugiyati, mengaku belum mengetahui secara detail persoalan tersebut dan meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Kepala Desa.

Sementara itu, Kepala Desa Sitirejo, Buwang Suharjah, membantah keras isu adanya penutupan maupun pemindahan PAUD/TK KB Bougenville.

“Tidak benar ada rencana penutupan atau pemindahan. Semua kewenangan ada pada dinas terkait,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Meski telah ada bantahan resmi, keresahan masyarakat belum sepenuhnya reda. Warga berharap pemerintah desa tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga mampu bertindak tegas menjaga stabilitas pendidikan serta mencegah munculnya konflik berkepanjangan di lingkungan masyarakat.

Publik menilai persoalan pendidikan anak usia dini seharusnya tidak dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu. Sebab apabila polemik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, dampaknya bukan hanya pada hubungan sosial warga, tetapi juga terhadap kenyamanan dan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Pemerintah desa disebut akan segera memfasilitasi mediasi seluruh pihak terkait guna mencari solusi dan menghindari kesalahpahaman yang berkepanjangan.

Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan belajar mengajar di PAUD dan TK KB Bougenville masih berjalan normal. Namun masyarakat berharap situasi tetap kondusif dan tidak ada pihak yang mencoba memperkeruh keadaan demi kepentingan tertentu.(Dwi)