Pelajar SMP Ditemukan Meninggal di Area Masjid Burengan Kediri, Tinggalkan Sepucuk Surat Cinta

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dikejutkan dengan penemuan seorang pelajar yang ditemukan meninggal dunia di area belakang Masjid Waqaf Bidayatul Mustadin, Jum’at (24/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, atau sesaat setelah pelaksanaan Sholat Magrib.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga yang melihat keberadaan korban di sekitar lingkungan masjid sejak sebelum waktu Magrib. Salah satu saksi yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa korban terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi, sementara tas miliknya ditinggalkan di tangga masjid.

Korban diketahui berinisial ZMA (15), warga Sukorejo – Ngasem, seorang pelajar tingkat SMP di Kota Kediri. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang melalui siaran Radio Andika yang di infokan meninggalkan rumah sejak Kamis lalu.

Saat ditemukan, korban berada di area belakang gudang yang berdekatan dengan dapur masjid. Korban ditemukan dalam posisi tergantung mengenakan celana jeans tanpa pakaian atas, yang diduga menggunakan pakaian, serta berada di dekat tangga dengan ketinggian sekitar 2,5 meter yang diduga digunakan untuk memanjat.

Di lokasi kejadian, petugas bersama warga juga menemukan sejumlah barang milik korban, antara lain sepeda, tas, kartu pelajar, serta sepucuk surat yang saat ini masih dalam penanganan pihak berwenang untuk kepentingan penyelidikan.

Kejadian tersebut segera menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang berkembang di masyarakat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari spekulasi yang dapat memperkeruh situasi. Warga juga diharapkan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya terhadap anak dan remaja, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Jurnalis: Mohamad Yunus