Krisnanewstv.com Malang – Pesantren Tani Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengembangkan Kebun Benih Datar (KBD) komoditas tebu di wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Program ini membuka peluang bagi petani untuk memperoleh keuntungan lebih dari sekadar hasil panen tebu tahunan.
Selama ini, mayoritas petani tebu hanya mengandalkan hasil penjualan ke pabrik gula dalam satu musim tanam per tahun. Pola tersebut memang menguntungkan, namun terbatas pada satu sumber pendapatan.
Melalui program KBD yang digagas Kementerian Pertanian dan bekerja sama dengan CV Lang Buana, petani kini memiliki peluang tambahan pendapatan dari sektor pembibitan tebu.
Penangkar bibit sekaligus Pengasuh Pesantren Tani Indonesia, Ali Usman atau yang akrab disapa Kang Usman, menjelaskan bahwa program ini memberikan dua keuntungan utama bagi petani.
“Pertama, petani mendapat keuntungan dari penjualan bibit tebu. Kedua, kebun memiliki asal-usul pembibitan yang jelas sehingga kualitas produksi dan rendemen tebu meningkat,” ujarnya saat ditemui media, Sabtu (25/4/2026).
Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional.
Dalam pelaksanaannya, pihak Pesantren Tani terlebih dahulu memilih lahan yang dinilai potensial untuk dijadikan lokasi pembibitan.
Setelah itu dilakukan sosialisasi kepada petani, sebelum akhirnya dipasang plang sebagai penanda lahan program KBD.
“Jadi sebelum pemasangan plang, sudah ada kesepakatan dengan petani bahwa tebu yang mereka tanam akan kami beli,” tegas Kang Usman.
Pembangunan KBD di Desa Bantur dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Malang ini difokuskan untuk penyediaan bibit dalam program bongkar ratoon yang diinisiasi Kementerian Pertanian.
Untuk menjaga kualitas, pihaknya juga melakukan pengawasan ketat mulai dari proses tanam hingga pemupukan, guna memastikan hasil yang optimal.
“Kami pastikan program ini tidak merugikan petani.
Justru mereka bisa mendapatkan keuntungan berlipat,” tambahnya.
Ke depan, Kang Usman berharap program ini mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Pasalnya, hasil dari KBD nantinya akan kembali dimanfaatkan oleh petani dalam bentuk bantuan bibit untuk program bongkar ratoon.
Arifpin
