Kapolsek Pagelaran Pimpin Pengamanan Lintas Sektor, Kesenian Mberot Hidupkan Malam Festival Kanigoro 2026

Malang, Krisnanewstv.com — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Sabtu malam (18/04/2026). Warga dari berbagai penjuru tampak memadati area lapangan, larut dalam kemeriahan kesenian tradisional bantengan “Mberot” yang menjadi pembuka rangkaian Kanigoro Festival 2026.

 

Di balik gegap gempita tersebut, pengamanan ketat namun humanis tampak mengiringi jalannya acara. Kapolsek Pagelaran, AKP Umarji, S.H., turun langsung memimpin pengamanan lintas sektor bersama Danramil Pagelaran Kapten Inf. Supi’i, perangkat desa, tim kesehatan, linmas, serta panitia penyelenggara.

Kehadiran aparat bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menikmati hiburan dengan rasa aman dan nyaman. Pendekatan yang dilakukan pun terlihat lebih bersahabat, menyatu dengan masyarakat tanpa mengurangi kewaspadaan.

 

Ketua panitia, Adit, menyampaikan bahwa kesenian bantengan “Sukmo Seto” asal Desa Kanigoro menjadi daya tarik utama di hari pertama festival. Antusiasme warga begitu tinggi, terlihat dari padatnya penonton yang setia menyaksikan setiap pertunjukan.

 

“Ini merupakan bagian dari rangkaian Kanigoro Festival 2026 yang digelar selama dua hari. Hari pertama Sabtu, dan dilanjutkan hari kedua Minggu,” ujar Adit.

 

Kapolsek Pagelaran, AKP Umarji, S.H., di sela pengamanan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan suasana kondusif.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar. Harapannya masyarakat bisa menikmati hiburan dengan nyaman hingga acara selesai,” ungkapnya.

 

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga kegiatan dapat berlangsung sukses tanpa gangguan berarti.

 

Atraksi kesenian Mberot sendiri menyuguhkan perpaduan budaya yang memikat. Dimulai dari tarian barongan, barongsai, hingga puncaknya kesenian bantengan yang penuh energi, mampu menghipnotis penonton dan menghadirkan nuansa tradisi yang kental.

 

Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang temu antara budaya, masyarakat, dan kebersamaan,menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah kehidupan modern.

 

(Suryadi)