Jalan Rusak 4 Km di Putukrejo, Ditambal Seadanya: Warga Bersyukur, Tapi Khawatir Bahaya Mengintai

 

Putukrejo, Malang Krisnanewstv.com- Di tengah keluhan warga soal jalan rusak di berbagai wilayah Kabupaten Malang, harapan sempat muncul ketika perbaikan mulai dilakukan di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare. Namun, cara penanganannya justru memunculkan kekhawatiran baru.

Ruas jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 4 kilometer di desa tersebut diketahui mengalami kerusakan cukup parah, dengan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Perbaikan pun dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Malang melalui UPT Unit Pagak. Namun, metode yang digunakan hanya sebatas penambalan (salob), bukan pengaspalan menyeluruh.

 

Sekretaris Desa Putukrejo mewakili Kepala Desa membenarkan adanya perbaikan tersebut. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, bukan desa.

 

“Memang sedang ada perbaikan dari Dinas Bina Marga melalui UPT Pagak. Itu ranahnya kabupaten,” ujarnya.

 

Dari pantauan di lapangan pada Jumat (17/04), pekerja tampak menutup lubang dengan material seadanya. Namun, suara warga justru mengarah pada kritik. Mereka menilai metode tambal sulam ini tidak efektif dan hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil jangka panjang.

 

“Kalau cuma ditambal seperti ini, percuma. Hujan hari ini, besok pasti rusak lagi. Kalau pun tidak hujan, paling tahan seminggu,” keluh salah satu warga.

Warga bahkan menyarankan agar dilakukan pengaspalan ulang (hotmix) agar jalan lebih awet dan aman dilalui. Mereka menilai alasan efisiensi anggaran seharusnya tidak mengorbankan kualitas dan keselamatan.

 

Kekhawatiran lain muncul dari kondisi jalan usai ditambal. Material pasir yang mendominasi justru membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

 

Meski demikian, warga tetap menyampaikan apresiasi atas upaya perbaikan yang dilakukan. Namun, mereka berharap ke depan ada kebijakan yang lebih serius dan berorientasi jangka panjang.

 

Di lokasi, terlihat petugas UPT Dinas Bina Marga Unit Pagak, di antaranya Wiwin dan Mahmud, turut memantau proses perbaikan yang masih terus berlangsung hingga berita ini diturunkan.

 

Perbaikan memang sedang berjalan. Tapi pertanyaannya, apakah ini solusi, atau sekadar rutinitas tambal sulam yang terus berulang?

 

(Suryadi)