Operasi Ketupat Semeru 2026 Hari Kelima, Polres Mojokerto Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Humanis bagi Pemudik
MOJOKERTO – Di tengah hangatnya suasana menjelang Lebaran, kehadiran aparat kepolisian menjadi penopang rasa aman bagi masyarakat. Memasuki hari kelima Operasi Ketupat Semeru 2026, Selasa (17/3/26), Polres Mojokerto terus menunjukkan dedikasinya dengan mengedepankan pelayanan yang humanis dan responsif.
Saat mobilitas warga mulai meningkat, jajaran kepolisian sigap menghadirkan pos pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik strategis. Satu Pos Pelayanan (Posyan) dan dua Pos Pengamanan (Pospam) telah disiagakan, yakni di kawasan Sendi Pacet, Kenanten Puri, serta Cembor Trawas. Lebih dari sekadar pos penjagaan, tempat ini menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk beristirahat, meminta bantuan, hingga mendapatkan informasi perjalanan.

Kapolres Mojokerto, Andi Yudha Pranata, menegaskan bahwa kehadiran pos-pos tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan Polri di momen penting seperti arus mudik Lebaran.
“Pos ini kami hadirkan agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan mudah mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada pengamanan, evaluasi menyeluruh juga dilakukan sejak hari pertama operasi. Lima isu utama menjadi perhatian, mulai dari potensi banjir, kelancaran arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, hingga aktivitas silaturahmi serta wisata masyarakat.
Wilayah Pacet dan Trawas pun menjadi perhatian khusus. Selain dikenal sebagai destinasi wisata favorit, kawasan ini juga memiliki potensi bencana seperti longsor dan banjir. Karena itu, langkah antisipasi diperkuat dengan pemantauan jalur pegunungan dan pengecekan kendaraan yang melintas.
“Kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, termasuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman dan ban, dalam keadaan layak,” jelas Andi Yudha Pranata.
Patroli rutin juga terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan, terutama menyusul informasi dari BMKG terkait fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.
Meski demikian, situasi di wilayah Kabupaten Mojokerto hingga saat ini terpantau aman dan kondusif. Aktivitas lalu lintas masih didominasi pergerakan lokal, menandakan arus mudik antarprovinsi belum mengalami lonjakan signifikan. Kawasan wisata pun masih relatif landai dari kunjungan besar.
Dalam mendukung pengamanan, sekitar 150 personel telah diterjunkan langsung di lapangan. Jumlah ini dapat meningkat hingga hampir 400 personel dengan dukungan dari Polsek jajaran, petugas di jalur utama, kawasan wisata, serta instansi terkait lainnya.
Dengan kekuatan tersebut, pos pelayanan dan pengamanan diharapkan tidak hanya menjadi titik pemantauan, tetapi juga pusat kendali operasi yang mampu merespons cepat setiap situasi di lapangan.
Lebih dari itu, kehadiran aparat menjadi simbol ketenangan bagi masyarakat. Di balik seragam dan tugasnya, para petugas hadir sebagai sahabat perjalanan—menjaga, melindungi, dan memastikan setiap langkah pulang kampung terasa aman dan penuh makna.(Ag)
