Satgas TMMD 127 dan Warga Gadungan, Menemukan Kebersamaan dalam Sujud yang Sama

Satgas TMMD 127 dan Warga Gadungan Bersatu dalam Sholat Jumat, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat

KEDIRI – Lantunan azan Jumat menggema dari Masjid Baitul Huda, memanggil setiap langkah untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas. Di tempat sederhana namun penuh makna itu, suasana hangat kebersamaan tercipta antara prajurit dan warga desa.

Personel Satgas TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 dari Kodim 0809/Kediri tampak berbaur bersama masyarakat Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, saat menunaikan sholat Jumat berjamaah, Jumat (13/2/2026).

Momen tersebut bukan sekadar rutinitas ibadah. Lebih dari itu, kebersamaan dalam saf sholat menjadi simbol kedekatan tanpa sekat antara TNI dan masyarakat. Seragam loreng yang biasanya identik dengan tugas dan disiplin militer, siang itu menyatu dengan pakaian sederhana warga desa, berdiri sejajar dalam satu barisan sujud kepada Sang Pencipta.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127, Sunarno, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah bersama menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Kegiatan sholat berjamaah bersama personel Satgas dan warga diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi, menjalin persaudaraan antara personel Satgas TMMD dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga desa,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan prajurit di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan program pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial yang kuat. Ia mengaku, kebersamaan dalam ibadah menghadirkan ketenangan batin sekaligus menumbuhkan rasa kekeluargaan.

“Di sini kami merasa diterima apa adanya. Bukan sebagai tentara, tetapi sebagai bagian dari warga,” tutur Sunarno dengan penuh ketulusan seusai ibadah.

Suasana hangat tersebut juga dirasakan masyarakat setempat. Bagi warga Dusun Sumber Bahagia, kehadiran Satgas TMMD menghadirkan warna baru dalam kehidupan desa. Tidak hanya bekerja bersama membangun infrastruktur, tetapi juga menjalani keseharian secara berdampingan.

“Mereka kerja bersama kami, makan bersama, dan sekarang sholat bersama. Rasanya desa ini semakin hidup,” ungkap Sunaryo, salah satu jamaah setempat.

Kebersamaan sederhana yang terjalin dalam ibadah berjamaah itu menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di balik tugas pembangunan desa, terdapat nilai kemanusiaan yang tumbuh dari interaksi, kepedulian, dan kebersamaan yang tulus.

Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat persaudaraan serta membangun harmoni sosial selama pelaksanaan program TMMD berlangsung, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat maupun prajurit yang bertugas.

Pawarta RN