Konsorsium Jakon Sarana Modern, JO Diharap Selesaikan Proyek Drainase oleh Pemilik Warung Sederhana Rejosari

Malang Krisnanewstv.com — Agus, pemilik Warung Sederhana yang berada di Jalan Raya Rejosari, tepatnya di depan MTs ASSA’IDI Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mengaku resah dan berharap Konsorsium Jakon Sarana Modern, JO segera menuntaskan pembangunan drainase di depan tempat usahanya.
Agus menyampaikan bahwa dirinya sudah menerima ganti untung atas lahan terdampak proyek peningkatan jalan nasional. Namun, hingga kini perbaikan drainase serta pengaspalan di titik usahanya belum terselesaikan, berbeda dengan titik lain yang sudah tampak rapi.
“Untuk ganti untung sudah saya terima. Tapi drainase dan jalan di tempat saya ini belum diaspal dan sangat lama prosesnya sejak bulan April 2025 sampai sekarang belum selesai. Padahal ini tempat usaha, mohon segera diperbaiki biar nyaman. Saya juga sudah komplain berkali-kali kepada pihak proyek tetapi tidak ada respons. Jalan darurat dari bambu ini juga sudah mau ambrol,” ungkap Agus.
Upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana dilakukan pada Selasa di Kantor PT Jakon Moderna, namun pejabat yang berwenang tidak berada di tempat. Ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu dini hari (19/11/2025), penanggung jawab pelaksana proyek dari SMU, Irawan, memberikan penjelasan cepat.
“Selamat pagi pak, untuk lokasi pak Agus ada penambahan box, jadi belum kita kerjakan lanjutannya. Pipa PDAM juga belum dipindah. Terkait aspal memang belum kita lakukan,” jelas Irawan.
Irawan menambahkan bahwa revisi gambar teknis masih berlangsung. “Untuk gambar box masih ada revisi pak. Hari ini akan dicek lagi oleh tim dan diukur berapa lebar penambahan box-nya. Terima kasih. Konsorsium Jaya Kontruksi – Sarana – Modern, JO,” pungkasnya.
Dengan adanya komunikasi dua arah antara warga terdampak dan pihak pelaksana, diharapkan proyek peningkatan ruas jalan nasional Jawa–Bali pada segmen Gondanglegi–Balekambang dapat segera tuntas tanpa merugikan kedua pihak. Penyelesaian proyek ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Malang Selatan apabila seluruh pembangunan dapat rampung tanpa hambatan.
(Suryadi/Krisnanewstv)
