Jalan Alternatif Kabupaten di Balong Jadi “Sungai”, Warga Geram karena Bina Marga Lamban Tangani

Malang Krisnanewstv.com – Warga Dusun Balong, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mulai geram dan resah. Pasalnya, jalan alternatif kabupaten yang melintas di wilayah mereka kini berubah seperti aliran sungai akibat lambannya penanganan dari Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
Kondisi memprihatinkan ini terpantau pada Selasa (28/10/2025), ketika intensitas hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut membuat jalan terendam total. Aliran air deras menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan sulit melintas.
Menurut keterangan Timbul (M. Lestari), perangkat Desa Rejoyoso yang bertugas di wilayah Balong, banjir di jalan itu merupakan dampak dari pengalihan arus proyek pembangunan Jembatan Balong yang hingga kini belum rampung.
“Banyak warga yang jatuh karena jalan tertutup air, seperti sungai. Bahkan tadi malam ada truk Fuso terperosok karena jalan tidak terlihat,” ungkap Timbul.
Pagi harinya, kecelakaan kembali terjadi. Tiga warga, masing-masing Haifa, Febiola, dan Izza, semuanya warga Balong, mengalami luka-luka setelah terjatuh di jalan tergenang. Pihak keluarga sempat meminta pertanggungjawaban, namun sementara ini perangkat desa berusaha melakukan proses mediasi.

Timbul menegaskan, jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Bina Marga, sehingga pihak desa meminta agar segera ada tindakan nyata.
“Kami mewakili Kepala Desa Rejoyoso, Bapak Abdul Manaf, meminta perhatian serius dari Bina Marga. Warga sudah mulai resah dan bahkan ada rencana untuk menggelar aksi protes. Untungnya sementara bisa kami redam,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi di lokasi masih diguyur hujan deras, dan jalan tetap tergenang seperti aliran sungai. Warga menunggu klarifikasi dan langkah cepat dari pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
(Suryadi/Krisnanewstv.com)
