Kantor Desa Gajahrejo Kian Nyaman Setelah Renovasi, Sekaligus Gelar Gajahrejo Culture Carnival 2025

Malang Krisnanewstv.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah merenovasi Kantor Desa Gajahrejo agar pelayanan masyarakat semakin maksimal. Selain itu, Pemdes juga akan menggelar Gajahrejo Culture Carnival 2025 sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan wadah kreativitas pemuda desa.
Kepala Desa Gajahrejo, Siswoyo, saat ditemui awak media pada Selasa (14/10/2025) menjelaskan, renovasi kantor desa merupakan kebutuhan mendesak karena kondisi bangunan lama sudah tidak layak.
“Banyak genteng yang bocor sehingga berisiko terhadap penyimpanan dokumen penting. Karena itu kami anggarkan sekitar 10 persen dari ADD pembangunan desa, dengan total biaya renovasi kurang lebih Rp180 juta,” jelasnya.
Menurut Siswoyo, progres pembangunan sudah mencapai 90 persen, dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Pertengahan bulan depan kami sudah mulai menempati kantor baru. Saat ini masih tahap pembersihan, plamir, dan pengecatan,” tambahnya.
Selama proses renovasi berlangsung, pelayanan masyarakat tetap berjalan. Pemdes meminjam rumah salah satu perangkat desa yang lokasinya strategis sebagai kantor sementara.
“Kami tidak menyewa, hanya meminjam untuk sementara waktu agar pelayanan tidak terhenti,” ungkapnya.
Selain fokus pada peningkatan infrastruktur pelayanan, Desa Gajahrejo juga tengah bersiap menggelar Gajahrejo Culture Carnival 2025. Kegiatan ini merupakan inisiatif warga, terutama kalangan pemuda, yang ingin menampilkan potensi budaya dan kreativitas lokal.
“Kami sebagai pemerintah desa hanya memfasilitasi apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat, khususnya para pemuda,” ujar Siswoyo.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025, dengan mengusung tema “Kerukunan”, sejalan dengan slogan desa yaitu Sejuta Idaman.
“Aara ini sekaligus untuk memeriahkan HUT RI ke-80. Jumlah peserta sekitar 15 kelompok, namun tidak melibatkan lembaga pendidikan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar,” pungkasnya.
Jurnalis: Suryadi
Editor: Tim Redaksi Krisnanewstv.com
