Rekan Indonesia dan Swahira Demo di Pendopo Kabupaten Kediri: Desak Tiga Perangkat Desa Nonaktif, Kritik Keras Pemerintah yang Bungkam

Kediri, Krisnanewstv.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Rekan Indonesia bersama Swahira di depan Pendopo Kabupaten Kediri, Kamis (11/9/2025), berlangsung panas. Massa menuntut agar tiga perangkat desa yang telah ditetapkan sebagai tersangka segera dinonaktifkan dari jabatannya.
Ironisnya, meski sudah berstatus tersangka, ketiga perangkat desa tersebut masih aktif menjalankan roda pemerintahan desa. Hal ini memicu gelombang protes keras dari massa yang menilai pemerintah Kabupaten Kediri bersikap tebang pilih dan tidak tegas dalam penegakan aturan.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Bagus Romadon, Ketua Rekan Indonesia, serta Arif Fatikunanda, Ketua Swahira. Keduanya secara tegas menyuarakan agar Pemkab Kediri tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran hukum.
“Kami menolak pejabat desa yang sudah jadi tersangka tetap aktif. Ini jelas mencederai keadilan dan merusak kepercayaan masyarakat,” tegas Bagus Romadon di hadapan ratusan peserta aksi.
Situasi kian panas ketika para pejabat Pemkab Kediri tidak ada yang keluar untuk menemui massa pendemo. Sikap bungkam ini langsung menuai kritik keras dari berbagai pihak, termasuk pimpinan redaksi Krisnanewstv, yang menilai pemerintah seharusnya responsif terhadap aspirasi masyarakat.

“Jangan sampai terulang lagi seperti kejadian ricuh pada 30 Agustus lalu. Karena aksi yang dibiarkan tanpa respon hanya akan melebar, memicu kegaduhan, dan memperkeruh suasana. Pemkab Kediri wajib mendengar suara rakyat, bukan malah menutup mata,” tegasnya.
Massa aksi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka menolak kompromi atas dugaan pelanggaran hukum yang justru dibiarkan berlarut-larut.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.(Team Redaksi)
