Potret Getir Lansia Buruh di Kediri: Tidur di Trotoar Demi Tuntut Keadilan

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Potret getir kehidupan kaum buruh di usia senja kembali tersorot di Kediri. Agus Suparjo (69), Slamet Pribadi (67), dan 14 rekannya yang merupakan eks karyawan PT. Triple S terpaksa mendirikan Tenda Perjuangan di depan Hotel Insumo, Kediri, demi memperjuangkan hak-hak mereka yang belum dipenuhi setelah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.

Perjuangan ini bukan tanpa risiko. Salah satu dari mereka, Mohamad Suko (69), warga Desa Bobang, Kecamatan Semen, bahkan telah meninggal dunia pada tahun 2024 lalu akibat sakit, sebelum sempat menikmati hasil perjuangan bersama.

“Kudune kulo niki mpun wancine menikmati masa tua teng ndalem lho mas, malah niki tilem teng trotoar lemek an terpal bekas sing tipis, howone adem pisan,” tutur Slamet Pribadi dengan mata berkaca-kaca.

Para lansia ini mengaku terlunta-lunta tanpa kepastian hukum. Mereka menyebut negara seolah tutup mata atas penderitaan rakyat kecil, dan justru terlihat berpihak pada korporasi.

“Kami ini wong cilik, buat makan saja susah, apalagi bayar pengacara. Negara gak hadir, pemerintah micek kabeh,” keluh Karmijan, korban PHK lainnya yang kini berusia 60 tahun.

Aksi solidaritas pun muncul dari Aliansi Pekerja/Buruh Kediri Raya (Aspera) yang dipayungi SPSI. Mereka mendukung penuh perjuangan para lansia ini, bahkan turut menyumbang secara swadaya tanpa dibayar.

“Kami prihatin, ini murni gerakan solidaritas. Tapi justru gerakan kami ini malah dicap negatif oleh oknum pemerintah, seolah kami LSM atau ormas bermuatan politik,” kata Hari, Ketua Aspera.

Ironisnya, lokasi tenda perjuangan ini berada di depan Hotel Insumo, yang menurut informasi dikuasai oleh keluarga Sutrisno Soni Sandra, mantan Dirut PT. Triple S—tempat para buruh ini dulu mengabdi puluhan tahun.

Kisah ini menjadi cermin buram keadilan sosial. Pemerintah daerah dan pusat diimbau untuk segera turun tangan, memediasi dan menyelesaikan persoalan ini secara adil dan manusiawi. Jangan biarkan lansia tidur di trotoar demi menuntut hak yang seharusnya mereka terima sejak lama.(yns)