Pencopet Babak Belur Dihajar Massa di Tengah Kerumunan Kirab 1 Muharram Kota Kediri

Berita Krisnanwestv.com || KEDIRI – Suasana meriah perayaan kirab budaya dalam rangka menyambut 1 Muharram 1446 Hijriah di Balai Kota Kediri mendadak tercoreng aksi kriminalitas. Seorang pria yang diduga melakukan pencopetan dihajar massa hingga babak belur setelah aksinya dipergoki warga yang tengah antusias berebut tumpeng dan gunungan hasil bumi pada Kamis, 26/06/2025. Insiden ini terjadi saat ribuan warga memadati area Balai Kota, mencari celah di tengah kerumunan padat untuk melancarkan aksinya.
Peristiwa bermula ketika ratusan warga berbondong-bondong merayakan tradisi rebutan hasil bumi usai arak-arakan gunungan yang menjadi puncak acara kirab budaya. Di tengah euforia dan kepadatan tersebut, beberapa warga mulai menyadari kehilangan barang berharga mereka. Salah satu korban bahkan dilaporkan adalah seorang ibu penyandang tuna wicara yang hanya bisa menunjukkan saku kosongnya sebagai isyarat kehilangan.
Pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap warga yang geram. Rahayu, warga Kelurahan Balowerti, menceritakan pengalamannya menjadi korban.
“Saat rebutan hasil bumi, saya merasa saku saya digerayangi. Saya langsung teriak copet,” ujarnya.
“Dompet saya warna pink, isinya uang Rp500 ribu dan dua kartu ATM,” tambahnya.
Pelaku yang mengenakan kemeja dan diperkirakan berusia antara 40 hingga 50 tahunan ini tidak bisa mengelak dari amukan massa yang emosi. Pria tersebut langsung menjadi sasaran pukulan bertubi-tubi hingga wajahnya bersimbah darah dan lebam. Beruntung, nyawanya terselamatkan setelah petugas dengan sigap mengamankannya. Dari tangan terduga, ditemukan beberapa dompet dan sejumlah telepon genggam yang diduga kuat merupakan hasil curian.
Untuk menghindari amuk massa yang lebih lanjut, pelaku dievakuasi sementara ke Pos Satpol PP sebelum akhirnya dibawa menggunakan mobil patroli ke Markas Kepolisian Sektor Kota Kediri (Mapolsek Kota) untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus pencopetan ini dan tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di keramaian dan dihimbau untuk tidak main hakim sendiri. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama demi kenyamanan seluruh warga.(yns)
