May Day 2025 di Kediri: Sinergi dan Kewirausahaan untuk Mendorong Ekonomi Pekerja

Berita Krisnanewstv.com || Kediri – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di Kabupaten Kediri mengangkat tema “May Day is Collaboration Day”, yang menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kesejahteraan pekerja melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan semangat kewirausahaan.
Acara ini digelar pada Rabu (7/5/2025) di Sekretariat SPSI Cabang Kediri, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung. Diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Kediri, kegiatan ini menyuguhkan berbagai program inovatif, salah satunya Sekolah Lapang Integrated Farming.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Merah Putih, yang dipandu langsung oleh pendirinya, Bapak Syifa. Fokus utamanya adalah mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan buruh, terutama dalam sektor pertanian — sektor yang tak hanya menjadi tulang punggung masyarakat agraris Indonesia, tetapi juga dinilai lebih tahan terhadap disrupsi teknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Melalui pendekatan Integrated Farming, yaitu sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem produktif, para peserta pelatihan diajak memahami konsep usaha yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis tinggi. Diharapkan, model ini mampu menjadi alternatif nyata dalam meningkatkan produktivitas pekerja dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Dalam wawancara eksklusif, Bapak Syifa menyampaikan pandangannya mengenai makna Hari Buruh.
“Hari Buruh Internasional saya maknai sebagai perayaan atas keberhasilan para buruh. Perayaan ini menjadi inspirasi agar mereka terus berupaya meningkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya tema kolaborasi tahun ini.
“Tahun ini sangat istimewa karena kita mengangkat semangat ‘Collaboration Day’ — merajut kebersamaan, membangun sinergi, dan bersama-sama mengejar kesejahteraan,” ujarnya.
Saat ditanya soal pesan utamanya kepada pekerja di Kabupaten Kediri, Bapak Syifa menekankan pentingnya kreativitas dan inisiatif.
“Kita tidak akan menggapai kesejahteraan yang kita dambakan tanpa strategi kreatif. Salah satunya melalui pengembangan usaha rumah tangga yang terintegrasi dan kolaboratif, tentunya disertai hubungan yang baik dengan perusahaan. Namun yang terpenting adalah kemauan untuk mengembangkan diri,” paparnya.
Terkait program ke depan, ia menambahkan bahwa Sekolah Lapang Integrated Farming akan dilanjutkan dengan praktik kewirausahaan pada hari Minggu mendatang.
“Kami juga menyediakan pelatihan wirausaha berbasis sistem terpadu dan modal kecil, agar siapa pun bisa memulai,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan serikat pekerja, organisasi buruh, komunitas lokal, serta jajaran pemerintah daerah. Semua pihak sepakat bahwa gotong royong, kemauan untuk belajar, dan keberanian memulai usaha adalah kunci utama menuju kemandirian ekonomi pekerja.
Dengan semangat kolaboratif dan jiwa wirausaha yang terus ditumbuhkan, May Day 2025 di Kabupaten Kediri tidak hanya menjadi simbol perjuangan kaum buruh, tetapi juga langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. (yns)
