Tahun 2023 Pemdes Dan BPD Masih Belum Peduli PTSL ,Warga Protes Dana Tambahan,Ini Klarifikasi Panitia…….

Krisnanewstv com//Kabupaten Malang, Setiap warga tentunya berharap mendapatkan sertifikat tanah tujuannya sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah
dan atau bangunan yang di akui dalam hukum di Indonesia dan sertifikat dibuat oleh Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan diterbitkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional).,terkait hal tersebut BPN kabupaten Malang menyerahkan sertifikat tanah saat program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistimatis Langsung) bertempat di Utara Balai Desa Banjarsari masuk 30 m gedung TK Mambaul Huda desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Jawa Timur pada hari Rabu (18/12/2024) Pukul 09.00 WIB sampai selesai .

Berdasarkan keterangan dari warga masyarakat bahwasanya sampai akhir tahun 2023 pemdes dan BPD belum peduli dengan PTSL untuk masyarakat Desa Banjarsari baru setelah warga masyarakat bertanya ada tindakan atau action di lakukan akan tetapi ada sebagian warga masyarakat yang keberatan atau protes dana tambahan dan ini klarifikasi panitia PTSL

Toha Fauzi Bendahara dan pembina PTSL serta salah satu penggagas atau mengusulkan agar warga masyarakat mengajukan program PTSL mengatakan kepada awak media ,” terkait biaya administrasi itu kemarin dari panitia yang sudah di percaya dan di tunjuk oleh perwakilan masyarakat yaitu RT/RW terbentuk panitia itu kita mencoba menbandrek itu Rp 650 ribu nanti saya jelaskan reng renganya Yo , ternyata di musyawarah kan hasilnya itu Rp 500 ribu ternyata dari itu juga pada akhirnya ketika juklaknya yang di berikan kita panitia sama pengurus itu ada perubahan tentang biaya ,”ucapnya

Bukan biaya itu kelengkapan berkas yang dulu tidak di prediksi seperti kebutuhan materai dulu kita tahunya 3 materai semua berkas ternyata sampai 6 bahkan kita dengan RABnya yang cuma Rp 500 ribu itu kita mau menalangi dana itu untuk masyarakat biar semangat artinya kita bantu dari semula jatah cuma materai 3 sampaivterjadi 6 kita bantu satulah dan untuk yang dua ini mungkin masih banyak masyarakat yang kurang paham yang kurang sosialisasi ,Rp 500 ribu tetap tidak ada tambahan ini istilah Rp 30 ribu untuk tasyakuran kita sendiri yang namanya ada tamu kalau panitia di bebani lagi dari anggaran itu saya hitung hitung bukan kurang takutnya nanti tidak sampai selesai mengantar semua sertifikat karena apa prediksi kita itu tidak lebih dari setahun tetapi ternyata lebih mas akhirnya kita kebebanan untuk biaya yang kerja,” jelas Toha Fauzi

Sementara salah warga Banjarsari Sudarto mengatakan ,” Dengan adanya PTSL di Banjarsari saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sangat antusias sebelum ada PTSL di Banjarsari ini lahan masyarakat yang sudah bersertifikat itu sangat minim sekali kurang lebih 14 ya kurang lebih 20 lah dengan adanya itu kami menginginkan supaya masyarakat tertib administrasi dalam pertanahan kemudian juga pasti akan meningkatkan masalah perpajakan lebih rapi lebih tertib tetapi karena PTSL ini di masyarakat belum tahu kami pernah menyampaikan ke jamaah tahlil beberapa tempat kemudian kami menelurusi ke BPN bagaimana caranya supaya terlaksana dicdesa kami,”ungkap Sudarto.

Kemudian terbuktilah kerja keras anak anak se -Banjarsaridan PPAT di Banjarsari sudah terlaksana dan sudah di bagikan sertifikat di Banjarsari mudah mudahan bermanfaat untuk semuanya terutama untuk masyarakat desa Banjarsari,” pungkasnya

Surya Dharma(Krisnanewstvcom)