Pembacaan Sholawat Nariyah 4.444 Kali dan Tasyakuran Aqiqah di Gunung Gebang Meriahkan Malam Penuh Berkah

Malang, Krisnanewstv.com — Dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon rahmat dan syafaat Nabi Muhammad SAW, Majelis Sholawat Nariyah Malang Raya kembali menggelar kegiatan rutin pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali. Acara digelar pada Kamis malam (9/10/2025) pukul 19.30 WIB di kediaman H. Deni, Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Selain pembacaan sholawat, kegiatan malam penuh berkah ini juga dirangkai dengan tasyakuran aqiqah cucu H. Deni, bernama Muhammad Baraq Zidan Pratama, yang juga merupakan cucu dari Kepala Desa Rejoyoso, H. Abdu Manaf.
Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya K.H. Zaenul Rosiqin, K.H. Samsul Hadi, K.H. Hasyim Asy’ari, Ustadz Alfan, serta para kepala desa Karangsari dan Rejoyoso. Tak kurang dari 2.000 jamaah Majelis Sholawat Nariyah dari berbagai wilayah Malang Raya turut serta dalam kegiatan ini.
Pimpinan Majelis Sholawat Nariyah, H. Mustakim Tohir, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali memiliki keutamaan besar. “Bagi yang belum mampu, cukup membaca 41 hingga 100 kali secara rutin. Sholawat ini bersumber dari anjuran dalam Al-Qur’an dan hadist yang diyakini membawa pahala, keberkahan, serta terkabulnya doa,” ujarnya.
Sementara itu, H. Deni, selaku tuan rumah sekaligus Kepala Desa Karangsari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jamaah. “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua — kaya ganjaran, kaya harta, dan kaya teman. Sekaligus menjadi doa bersama untuk cucu kami yang sedang aqiqah malam ini,” ucapnya penuh haru.
Dalam suasana hangat, Abah Hasyim juga memberikan sambutan dengan gaya khasnya yang jenaka. “Semoga cucu Abah Deni kelak bisa jadi kepala desa yang amanah. Kalau tidak, minimal jadi ustadz seperti saya,” ujarnya disambut tawa jamaah.
Sedangkan dalam tausiyahnya, K.H. Zaenul Rosiqin menegaskan pentingnya memberi nama anak dengan baik. “Ada tiga hal utama: pilih nama yang bermakna positif, mudah diucapkan, dan memiliki identitas keluarga yang jelas. Nama yang baik adalah doa yang akan dibawa sepanjang hidup,” tuturnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama, penuh kekhusyukan dan harapan agar seluruh jamaah senantiasa mendapatkan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam setiap urusan hidup.
(Suryadi / Krisnanewstv.com)
