1.800 Pegawai RSUD dr Iskak Terdampak, REKAN Indonesia Kritik Bupati Tulungagung Soal Jaspel Turun Drastis
Tulungagung, Krisnanewstv.com – Organisasi masyarakat REKAN Indonesia Jawa Timur melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyusul keluhan turunnya jasa pelayanan (jaspel) pegawai di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Ketua Wilayah REKAN Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon, menilai penurunan jaspel tersebut bukan persoalan sepele. Menurutnya, kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan tenaga kesehatan harus dijelaskan secara transparan kepada publik.
“RSUD dr Iskak merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah selatan Jawa Timur. Jika jasa pelayanan pegawainya turun drastis, pemerintah daerah harus memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai ada kesan pemerintah daerah lepas tangan,” tegas Bagus Romadon.
1.800 Pegawai Berpotensi Terdampak
RSUD dr Iskak diketahui memiliki sekitar 1.800 pegawai yang terdiri dari tenaga medis, perawat, bidan, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lainnya, hingga tenaga administrasi dan penunjang rumah sakit.
Sebagian besar pegawai tersebut merupakan tenaga BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang penghasilannya sangat bergantung pada sistem remunerasi serta jasa pelayanan dari pendapatan layanan rumah sakit.
Penurunan jaspel tidak hanya berdampak pada dokter, tetapi juga pada berbagai tenaga kesehatan lain, seperti:
- Perawat
- Bidan
- Tenaga laboratorium
- Tenaga farmasi
- Tenaga radiologi
- Pegawai penunjang pelayanan kesehatan
Pemerintah Daerah Diminta Transparan
REKAN Indonesia menilai Bupati Tulungagung sebagai kepala daerah memiliki tanggung jawab penuh terhadap kebijakan serta pengawasan rumah sakit milik pemerintah daerah.
Karena itu, pemerintah daerah diminta segera memberikan penjelasan secara transparan mengenai sejumlah hal, di antaranya:
- Penyebab turunnya jaspel pegawai RSUD dr Iskak
- Kondisi keuangan rumah sakit
- Sistem pembagian jasa pelayanan
- Kebijakan manajemen yang memengaruhi kesejahteraan pegawai
“Jangan sampai tenaga kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat justru menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka,” ujarnya.
REKAN Indonesia Siap Kawal
REKAN Indonesia Jawa Timur menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut. Apabila ditemukan indikasi kebijakan yang merugikan tenaga kesehatan atau dugaan penyimpangan dalam pengelolaan rumah sakit, pihaknya tidak menutup kemungkinan membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Ini menyangkut kesejahteraan ratusan bahkan ribuan tenaga kesehatan serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tulungagung. Kami akan terus mengawasi sampai ada penjelasan yang jelas dari pemerintah daerah,” tegas Bagus Romadon.
