Warga Krajan Bandungrejo Temukan Sumber Mata Air, Antara Berkah dan Fenomena

 

 

Malang, Krisnanewstv – Penemuan sumber mata air di Dusun Krajan RT 08/RW 02, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, tak hanya menjadi kabar baik bagi warga, tetapi juga memunculkan kehebohan karena sejumlah kejanggalan yang menyertainya. Selasa (31/3/2026)

 

Sumber air itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah mencari rumput di area tersebut. Ia mengaku mendengar suara percikan air khas dalam istilah Jawa disebut “krucuk-krucuk” dari balik semak. Rasa penasaran membawanya pada sebuah titik yang kemudian diketahui sebagai sumber mata air baru.

Temuan ini dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Pada 18 Maret 2026, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi dan melakukan kerja bakti membersihkan area sekitar sumber. Namun, perhatian warga tak berhenti pada kemunculan air semata.

 

Di dalam sumber yang baru terbuka itu, warga menemukan ikan hidup tanpa pernah ada yang menebarnya. Ikan tersebut disebut-sebut sebagai jenis ikan gabus atau yang oleh warga dikenal sebagai “ikan kutuk”. Fenomena ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

 

“Waktu dibersihkan, sudah ada ikannya. Padahal tidak ada yang memasukkan,” ujar salah satu warga.

 

Tak hanya itu, berkembang pula kepercayaan di kalangan warga. Beberapa orang diketahui sengaja mengambil air dari sumber tersebut pada sore hari, dengan keyakinan membawa berkah, sebagaimana kepercayaan yang masih kental dalam tradisi Jawa.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bandungrejo, Marlin, membenarkan adanya penemuan sumber mata air tersebut. Ia menyebutnya sebagai anugerah, namun mengimbau warga untuk tetap bijak dalam menyikapinya.

 

“Memang benar ada sumber mata air baru yang ditemukan warga. Ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

 

Marlin menegaskan bahwa sumber mata air itu tidak akan dikomersialkan. Pemerintah desa bersama masyarakat sepakat menjaga kelestariannya dan memanfaatkannya untuk kebutuhan bersama, bukan untuk kepentingan ekonomi sesaat.

 

Sementara itu, Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP, turut memberikan perhatian. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan yang rasional di tengah berkembangnya berbagai persepsi di masyarakat.

 

“Semoga sumber ini bisa dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat, serta tetap dijaga kelestariannya agar bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ungkapnya.

 

Di tengah antara keyakinan, rasa takjub, dan kebutuhan nyata akan air bersih, warga Dusun Krajan kini dihadapkan pada satu hal penting: menjaga agar temuan ini tetap menjadi berkah, bukan sekadar sensasi sesaat. (Dwi)