Tanah Depan Rumah Longsor, Warga Pagelaran Terdampak Proyek Jalan Nasional: Kami Tak Pernah Diberi Tahu

Malang Krisnanewstv.com – Di balik megahnya proyek peningkatan ruas Jalan Nasional Gondanglegi–Simpang Balekambang, tersimpan kisah getir dari warga kecil yang terdampak. Alih-alih membawa manfaat, proyek bernilai besar itu justru meninggalkan luka dan kerugian bagi sebagian masyarakat yang tinggal di tepi jalan.
Adalah Yuni, warga Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, yang kini harus menatap pahitnya kenyataan. Tanah di depan rumahnya ambles dan longsor setelah dilakukan pengerukan saluran air oleh pihak proyek.
Yang lebih mengejutkan, pengerjaan itu dilakukan tanpa pemberitahuan, tanpa izin, dan tanpa dirinya di rumah.
“Saya tidak tahu sama sekali. Begitu pulang, tanah depan rumah sudah dikeruk. Saya kaget dan bingung mau masuk rumah saja susah,” ujar Yuni dengan nada kecewa saat ditemui awak media KrisnanewsTV.com, Minggu (2/11/2025).
Sejak tanah di depan rumahnya dikeruk, Yuni bersama suaminya, Toha, harus menghentikan usaha kecil mereka yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari.
“Biasanya saya jualan buat kebutuhan dapur. Sekarang akses tertutup, pembeli tidak bisa masuk, akhirnya kami berhenti jualan,” tambahnya.
Ironisnya, setelah pengerukan dilakukan, tidak ada upaya dari pihak proyek untuk memperbaiki atau membuatkan akses jalan masuk ke rumah mereka. Demi bisa beraktivitas, Yuni dan Toha terpaksa membangun jalan sendiri dari hasil tabungan seadanya.
“Kami bangun jalan pakai uang pribadi. Kalau nunggu dibikinkan, entah sampai kapan,” keluhnya.
Proyek yang digadang-gadang membawa kemajuan bagi masyarakat ini justru menyisakan tanda tanya besar: mengapa suara warga kecil tak pernah didengar?

Saat dikonfirmasi mengenai dampak pembangunan proyek pelebaran jalan nasional terhadap warga yang terdampak di Desa Pagelaran, Dinas PUPR Kabupaten Malang belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh Krisnanewstv melalui pesan dan panggilan kepada pihak dinas, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons yang diterima.
Sementara itu, masyarakat berharap agar pemerintah tidak menutup mata dan segera turun tangan memberikan solusi yang adil.
Karena di balik deru alat berat dan janji pembangunan, ada rumah-rumah yang retak dan kehidupan yang terhenti.
(Suryadi / Krisnanewstv)
