Sinergi Membangun Bantur, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Fondasi Malang Makmur Berkelanjutan

 

Malang – Pemerintah Kecamatan Bantur terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang digelar oleh Puskesmas Bantur bersama Puskesmas Wonokerto, Kamis (12/02/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut menjadi forum koordinasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Muspika, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah selatan Kabupaten Malang.

 

Infrastruktur dan Mobilitas Wilayah Terus Diperkuat

Pemerintah Kecamatan Bantur menunjukkan peran aktif dalam mengawal pembangunan infrastruktur wilayah, khususnya dalam mendukung konektivitas jalur wisata Pantai Selatan. Pendampingan terhadap rekanan dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Malang dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan berjalan tepat sasaran dan sesuai perencanaan.

 

Selain jalur wisata, pembangunan infrastruktur pedesaan juga menjadi prioritas guna memperkuat mobilitas masyarakat serta menunjang pertumbuhan ekonomi desa.

 

Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Percepatan Penurunan Stunting

 

Dalam sektor kesehatan, kegiatan lokakarya mini lintas sektoral menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar. Fokus utama yang dibahas dalam forum tersebut adalah percepatan penurunan angka stunting, deteksi dini penyakit menular seperti TBC, serta optimalisasi pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Camat Bantur, Bayu Jatmiko, menegaskan pentingnya tindak lanjut nyata dari setiap hasil koordinasi lintas sektor.

 

“Lokakarya mini ini bersifat terbuka dan menjadi ruang bersama seluruh pemangku wilayah untuk membahas persoalan kesehatan, khususnya stunting, TBC, hingga distribusi MBG. Harapannya tidak berhenti pada rapat, tetapi ada tindak lanjut nyata melalui koordinasi dan gerak cepat bersama,” ujarnya.

 

Sementara itu, jajaran pimpinan puskesmas menekankan pentingnya membangun komunikasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

 

Penguatan Ekonomi Desa dan Transformasi Digital

 

Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus didorong melalui kolaborasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang melalui program “Kominfo Hadir Sapa Desa”. Program tersebut telah dijalankan di sejumlah desa, termasuk Srigonco, dengan fokus peningkatan kualitas SDM, penguatan tata kelola APBDes, serta digitalisasi UMKM.

 

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memperkuat daya saing ekonomi lokal menuju desa mandiri.

 

Gotong Royong dan Perencanaan Pembangunan Partisipatif

 

Sinergi pembangunan di Kecamatan Bantur tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan budaya gotong royong serta efektivitas tata kelola pemerintahan desa. Forum Musrenbang kecamatan secara rutin digelar untuk menampung aspirasi dan prioritas pembangunan desa secara partisipatif.

 

Melalui pola kerja “Sapa Desa” dan sinergi aktif Muspika, Kecamatan Bantur berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan Malang Makmur Berkelanjutan.

 

Kegiatan lokakarya mini lintas sektor tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi sebagai simbol penguatan sinergi pembangunan wilayah.

 

(Suryadi)