Polri Siagakan Kapal di Jalur Mudik Laut, Antisipasi Darurat Kecelakaan saat Lebaran 2026
Jakarta, Krisnanewstv.com – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Polri menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di jalur penyeberangan laut strategis nasional.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut, Polri menyiagakan kapal patroli di titik-titik krusial serta mengerahkan ratusan personel gabungan guna memastikan respons cepat dalam situasi darurat.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan, seluruh skenario kontinjensi telah dipersiapkan secara matang sebagai bentuk komitmen Polri dalam melindungi masyarakat selama arus mudik.
“Kita tidak menghendaki kejadian darurat, tetapi semua skenario sudah disiapkan. Ada kapal dan ratusan personel gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan Polri untuk mengantisipasi kecelakaan laut,” tegas Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Sebagai penguatan pengamanan jalur laut, sejumlah kapal utama disiagakan di pelabuhan strategis nasional, antara lain di Ketapang, Lembar, Gilimanuk, Merak, hingga Bakauheni.
Kapal-kapal tersebut memiliki kemampuan operasional tinggi, dengan kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah mencapai 10 hari, serta dilengkapi peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, evakuasi awal, dan penanganan cepat di tengah laut.
Tak hanya itu, di jalur padat Merak–Bakauheni, telah disiapkan 16 kapal gabungan dan 320 personel lintas instansi guna mengantisipasi lonjakan pemudik serta potensi keadaan darurat.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat bersama stakeholder pelayaran, termasuk operator kapal dan ASDP, guna memastikan sistem pengamanan berjalan terpadu dan efektif.
Polri juga mengandalkan sistem berbasis data real-time dalam mitigasi risiko, mulai dari kesiapan armada, distribusi alat keselamatan seperti life jacket, hingga skenario evakuasi darurat.
Diprediksi, lonjakan arus mudik di pelabuhan strategis akan terjadi mulai pertengahan Maret, dengan puncak pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Selain pengamanan di pelabuhan, Polri juga melakukan patroli dan pengawalan hingga jalur distribusi menuju daerah tujuan.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila mengalami kendala selama perjalanan.
Melalui kesiapsiagaan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan maksimal bagi masyarakat dalam momentum mudik Lebaran 2026.
