Pembacokan Brutal di Sumberbening Bantur, Korban Luka Bacok Parah di Kepala

Malang, Krisnanewstv – Aksi kekerasan menggunakan senjata tajam kembali mengusik rasa aman warga di wilayah selatan Kabupaten Malang. Seorang pria berinisial WR (58), warga Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, menjadi korban pembacokan brutal yang terjadi di ruang publik dan mengakibatkan luka serius di bagian kepala.


Insiden berdarah tersebut terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Krajan, Desa Sumberbening. Akibat serangan itu, korban mengalami luka bacok cukup dalam di kepala, dengan panjang luka diperkirakan mencapai sekitar 15 sentimeter, sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.


Terduga pelaku diketahui berinisial U (52), warga setempat. Berdasarkan informasi awal yang beredar di masyarakat, yang bersangkutan disebut pernah tersandung perkara hukum sebelumnya. Namun demikian, status dan riwayat hukum terduga pelaku masih menunggu hasil pendalaman resmi dari pihak kepolisian.


Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat korban pulang dari pasar bersama istrinya dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan, korban berpapasan dengan terduga pelaku dan sempat terjadi adu mulut singkat. Korban kemudian memilih melanjutkan perjalanan. Namun, secara tiba-tiba terduga pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis clurit dan mengayunkannya ke arah kepala korban.


Serangan mendadak tersebut membuat korban tersungkur bersimbah darah di lokasi kejadian. Sejumlah saksi menduga peristiwa ini tidak terjadi secara spontan dan kemungkinan dipicu persoalan lama antara korban dan terduga pelaku. Dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian.


Usai kejadian, korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bantur dan dilarikan ke Puskesmas Bantur untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bacok serius yang dialaminya.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan berat tersebut dan menyatakan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya jaket dan kopyah korban yang berlumuran darah, guna kepentingan proses hukum.


Korban menyatakan keberatan dan tidak menerima atas peristiwa yang menimpanya. Bersama keluarga, ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini dan menindak pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Warga Desa Sumberbening pun mendesak agar penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional, demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
(Tim Investigasi Krisnanewstv)