Menu MBG di Kecamatan Bantur Disorot Wali Murid, Kualitas Makanan Dipertanyakan

 

Malang | Krisnanewstv.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menuai sorotan dari sejumlah wali murid. Program yang digagas untuk mendukung pemenuhan gizi siswa tersebut dinilai belum berjalan optimal, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

Pada Kamis (5/3/2026), beberapa orang tua siswa menyampaikan keluhan terkait kualitas maupun kuantitas menu yang diterima anak-anak di sekolah. Mereka menilai makanan yang dibagikan belum sepenuhnya mencerminkan standar makanan bergizi sebagaimana tujuan utama program MBG.

Salah satu temuan yang memicu kekhawatiran adalah adanya buah pisang dalam kondisi busuk di dalam paket makanan yang diterima seorang siswa. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait proses pengawasan kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan kepada para siswa.

Selain itu, sejumlah wali murid menyebut bahwa dalam beberapa hari pelaksanaan, menu yang diterima siswa terbilang sangat sederhana. Anak-anak dilaporkan hanya memperoleh kacang dengan nilai sekitar Rp2.000, tiga butir telur puyuh, atau jeruk peras yang rasanya dinilai kurang layak konsumsi.

“Anak saya tidak mau makan karena rasanya tidak enak dan porsinya sangat sedikit,” ungkap salah satu wali murid yang berharap adanya perbaikan segera.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius, terlebih terjadi di bulan Ramadhan, di mana kebutuhan gizi anak tetap harus terpenuhi meskipun mereka menjalankan ibadah puasa. Para orang tua berharap program MBG benar-benar mampu menjadi penopang asupan nutrisi bagi siswa, bukan sekadar pelaksanaan program secara administratif.

Sejumlah wali murid pun mendorong adanya langkah konkret dari pihak terkait, antara lain:

  • Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kecamatan Bantur
  • Peningkatan kualitas dan kelayakan menu sesuai standar gizi anak
  • Pengawasan lebih ketat terhadap bahan makanan agar tidak terjadi distribusi makanan yang tidak layak konsumsi
  • Transparansi dalam penggunaan anggaran serta mekanisme penunjukan penyedia makanan
  • Respons cepat terhadap keluhan masyarakat

Para orang tua menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap program MBG. Sebaliknya, mereka berharap program tersebut dapat berjalan lebih baik sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan perkembangan anak.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Ketua MBG Kecamatan Bantur yang telah dikonfirmasi di Kantor SPPG bersama ahli gizi menyampaikan bahwa menu yang dibagikan kepada siswa disebut telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Redaksi Krisnanewstv.com masih membuka ruang klarifikasi lanjutan dari pihak terkait guna menjaga keseimbangan informasi kepada publik.(Dwi)