Malam Tirakatan Selalu Digelar Pada 16 Agustus Sebagai Bentuk Syukur Atas Kemerdekaan
Malang //krisnanewstv.com Selain upacara bendera, untuk mengenang perjuangan para pahlawan bangsa dalam membawa kemerdekaan, di Desa Pringgodani Kecamatan Bantur, dan daera -daerah lainnya selalu menggelar malam tirakatan.
Kegiatan berkumpulnya Masyarakat untuk merenung dan berdoa sekaligus mensyukuri kemerdekaan ini sudah menjadi tradisi masyarakat.
Biasanya warga akan berkumpul dengan membawa berbagai makanan dan minuman, hingga tumpeng sebagai bentuk Syukur atas kemerdekaan yang sudah dinikmati.

Kades Pringgodani, mengatakan, malam tirakatan 17 Agustus merupakan tradisi yang sakral dalam upaya mengenang jasa para pahlawan yang telah korban nyawa untuk negeri , malam menghening sebagai wujud kita menghormati para pendiri bangsa mempertahankan kemerdekaan bangsa dari bentuk penjajahan,tradisi tirakatan wajib bagi masyarakat Indonesia, khususnya Desa Pringgodani,”jelasnya Malek.
Biasanya, tradisi tersebut diiringi lantunan doa dan refleksi atas perjuangan pahlawan serta harapan bangsa ke depannya.
“Tradisi ini gak boleh hilang apalagi untuk generasi zaman sekarang yang jaraknya jauh dari peristiwa kemerdekaan,” ujarnya kepada mediainfopol.
Menurutnya, tradisi tirakatan untuk mengenang perjuangan masyarakat Indonesia melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan.
“Karena momen kemerdekaan ini adalah sakral maka juga harus disertai doa dan renungan bagaimana masyarakat kita saat itu melakukan tirakat dalam melawan penjajah,” katanya.
Malam tirakatan saat ini tidak hanya diisi dengan doa dan makan bersama, namun juga ada doa – doa dipanjatkan untuk para pejuang bangsa.
“Tradisi malam tirakatan agar para pemuda bisa mengambil hikmah, kita berdiri sekarang ini,tanpa perjuangan para pahlawan kita ,untuk mengusir para penjajah, generasi muda sekarang selalu menghormati suri tauladan jiwa kesatria pejuang kita,” imbuhnya.
Yang harus diingat adalah penjajahan dulu berlangsung ratusan tahun. ” sehingga malam tirakatan 17 agustus dilakukan secara khidmad tanpa merusak esenssi perjuangan kita terdahulu,”pungkasnya.
Reporter :eddy
