Majelis Mak’iya “Urip Iku Urup” Gelar Bersholawat dan Sinau Budaya Bersama Musik Sholawat Kontemporer

Krisnanewstv.com // MALANG – Majelis Mak’iya “Urip Iku Urup” kembali menggelar kegiatan rutin bulanannya yang menggabungkan bersholawat dan sinau budaya dengan pendekatan yang unik dan penuh makna. Bertempat di Jalan Diponegoro, Gondanglegi, Kabupaten Malang, acara yang berlangsung pada Minggu malam (27/7/2025) ini berhasil menarik perhatian lintas komunitas dari wilayah Malang Raya.

Acara ini bukan sekadar forum dzikir atau keagamaan biasa, melainkan ruang interaksi spiritual dan budaya yang diramu secara kreatif melalui musik sholawat kontemporer. Suasana malam itu terasa syahdu dan khidmat, dengan iringan lantunan sholawat yang menyentuh hati, membangkitkan kesadaran spiritual, serta menumbuhkan kecintaan pada budaya lokal.

Majelis Mak’iya menjadi tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas Mbah Sogol, kelompok budaya, hingga komunitas spiritual dari berbagai penjuru Malang Raya. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bersama untuk ngaji bareng, belajar budaya, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan antar-komunitas.

“Majelis ini bukan hanya tempat bersholawat, tapi juga ruang belajar bersama. Kami ingin menjadikan budaya sebagai jalan dakwah yang menyentuh hati dan membangun kebersamaan,” ujar Ketua RISGO, Rama Rif’an atau yang akrab disapa Nanang Temu, kepada awak media.

Semangat sinergi dan pelestarian budaya terasa kuat dalam setiap sesi acara. Tidak hanya sebagai bentuk ekspresi spiritual, musik sholawat kontemporer juga dihadirkan sebagai medium untuk menjembatani nilai-nilai keislaman dengan selera generasi muda masa kini.

“Kami sangat terinspirasi dengan konsep majelis ini. Musik sholawat kontemporer menjadi jembatan yang indah antara nilai-nilai spiritual dan budaya. Semoga kegiatan ini terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Cak Marsam, salah satu perwakilan komunitas budaya yang hadir.

Melalui kegiatan seperti ini, Majelis Mak’iya “Urip Iku Urup” membuktikan bahwa dakwah dan budaya dapat berjalan seiring dalam harmoni. Lebih dari sekadar acara keagamaan, majelis ini menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang penuh makna.

(dwi)