KPD REKAN Indonesia Tulungagung Dorong Penguatan Puskesmas untuk Pencegahan Penyakit

 

TULUNGAGUNG, Krisnanewstv.com — Ketua KPD Rekan Indonesia Kabupaten Tulungagung, Robet Avandiantoro, mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk memperkuat peran Puskesmas dalam upaya pencegahan penyakit melalui pendekatan promotif dan preventif kepada masyarakat.

 

Menurut Robet Avandiantoro, Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki posisi strategis dalam mengendalikan penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

 

Fokus Program Pencegahan

 

Beberapa program yang didorong antara lain:

 

1. Pencegahan Penyakit Menular (P2M)

Melalui peningkatan surveilans kesehatan, imunisasi, deteksi dini penyakit, serta pengendalian penyakit seperti Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), HIV/AIDS, dan penyakit berbasis lingkungan.

 

2. Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM)

Optimalisasi skrining kesehatan masyarakat meliputi pemeriksaan hipertensi, diabetes, kolesterol, serta penguatan kegiatan Posbindu PTM di tingkat desa.

 

3. Promosi Kesehatan dan Edukasi

Peningkatan penyuluhan kesehatan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemberdayaan kader kesehatan masyarakat sebagai ujung tombak edukasi kesehatan.

 

 

 

Data Penyakit Menular Kabupaten Tulungagung 2026

 

Berdasarkan estimasi tren kesehatan daerah tahun 2026:

 

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi perhatian utama dengan prevalensi sekitar 316 kasus per 100.000 penduduk.

 

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih bersifat endemis tahunan di wilayah Jawa Timur.

 

HIV/AIDS memiliki estimasi prevalensi sekitar 0,03 persen penduduk.

 

ISPA dan Diare masih mendominasi kunjungan layanan Puskesmas dengan estimasi sekitar 10 persen kasus layanan kesehatan.

 

 

Secara umum, penyakit menular diperkirakan menyumbang sekitar 20–25 persen beban pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Tulungagung.

 

 

 

 

Dorongan Penguatan P2M

 

Robet Avandiantoro menegaskan bahwa penguatan program P2M menjadi langkah strategis untuk menekan angka penularan penyakit di masyarakat.

 

“Puskesmas harus menjadi pusat pencegahan penyakit melalui edukasi, skrining dini, dan pemberdayaan masyarakat agar Tulungagung semakin sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Rekan Indonesia Kabupaten Tulungagung berharap sinergi antara Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang responsif, merata, dan berorientasi pada pencegahan(team)