DPRD Kabupaten Kediri Gelar Diskusi Tematik, Tekankan Peran Media dalam Menjaga Kondusivitas

 

Berita Krisnanewstv.co.id

KEDIRI – DPRD Kabupaten Kediri menggelar diskusi tematik bersama insan media dengan tema “Bersama Media Menjaga Kediri Damai” pada Selasa (17/3/2026) di Gedung BKAD di ruang Tirta Wangi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri Luthfi Hantoro, S.E., M.M., sejumlah narasumber dari kalangan media dan organisasi pers, di antaranya Kurniawan Muhammad (Direktur Radar Kediri), Bambang Iswanto (Ketua PWI Kediri), Danu Sukendro (AJI Kediri), serta Roma duwi (Ketua IJTI Kediri). Hadir pula unsur pemerintah daerah, kepolisian, serta insan media cetak dan online.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Luthfi Hantoro menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat, terutama di era derasnya arus informasi.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam diskusi ini bertujuan mendorong peran aktif media dalam mencegah penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks, sekaligus menjaga stabilitas sosial di wilayah Kediri.

“Media memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya saat membuka acara secara resmi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Bambang Ismanto selaku Ketua PWI Kediri. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya jurnalis mematuhi kode etik serta menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam setiap pemberitaan.

Menurutnya, penyampaian informasi yang tidak akurat atau tidak berimbang dapat menimbulkan kesalahpahaman bahkan berpotensi memicu konflik di masyarakat.

“Jurnalisme damai berarti menyampaikan informasi secara berimbang, tidak provokatif, serta mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber juga menyoroti pentingnya penerapan jurnalisme konstruktif sebagai pendekatan dalam menyajikan informasi.

Jurnalisme konstruktif dinilai mampu menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya berfokus pada konflik, tetapi juga memberikan solusi, konteks, serta perspektif yang lebih luas kepada masyarakat.

Narasumber menilai masih banyak praktik media yang menggunakan judul sensasional atau provokatif demi menarik perhatian pembaca, namun berisiko menimbulkan polarisasi sosial serta menurunkan kredibilitas media.

Melalui pendekatan jurnalisme konstruktif, media diharapkan dapat menjadi ruang dialog, mendorong rekonsiliasi, serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Diskusi ini juga menjadi wadah bertukar pandangan antara media, pemerintah, dan berbagai pihak dalam upaya bersama menjaga kondusivitas wilayah Kediri.

DPRD Kabupaten Kediri berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan guna memperkuat sinergi antara media dan pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum jelas kebenarannya.

Jurnalis: Mohamad Yunus