Kisah malang Pak Maryanto korban penipuan Investasi bodong

Kediri//krisnanewstv com 24 Desember awak media kami didatangi salah satu korban tapatnya pukul 20.12 sampai 23.08 memberitahukan bahwa investasi bodong yang bernama SBT (Sugih Berkah Trade)
Korban bernama H Maryanto dan sofii dalam wawancara nya mengatakan telah tertipu dalam investasi bodong ini sebesar 430 JT yang di berikan kepada koordinator Investasi bodong ini yang bernama Nasrur rohman atau biasa di panggil Gus Ruri.
Gus Ruri adalah salah satu pemuka agama di desa Wanengpaten Kecamatan Gampengrejo sekaligus Pemilik yayasan MIFTAHUL HUDA NPSN 69931350 dia cukup di hormati di desanya sehingga dalam desa Wanengpaten ini saja korban yang sudah terdeteksi sejumlah 61, dan di duga ada kurang lebih 1500 korban tersebar di seluruh wilayah Kediri.
Sejumlah korban di Desa Wanengpaten tidak memiliki bukti untuk melaporkan permasalahan ini ke pihak berwajib, sedangkan Narasumber ini bapak H. Maryanto memiliki bukti transfer nya pada pelaku yakni Gus Ruri, Nilai transfer dalam bukti tersebut adalah 310 jt dan sisa 120 jt di berikan secara cash ke pelaku.
Kejadian ini telah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun yang lalu. Kasus ini bermula ketika pak Maryanto mendapat tawaran investasi bodong pada bulan Februari 2021, namun awalnya pak Maryanto ini masih menolak, kemudian pada Bulan 4 Gus Ruri memberikan iming iming lagi kepada korban dengan menunjukkan kekayaannya nya yang tiba tiba sangat banyak.

Dalam sebuah momen sang korban yang sering jamaah di masjid sekitar yang pada saat itu bertanya pada pelaku “dapat semua kekayaannya yang mendadak ini dari mana?” Dan pelaku menjawab “loh ini semua dari SBT (Sugih Berkah Trade), bahkan ini bos saya baru beli mobil baru seharga 2 Milyard, ini kalau pak Maryanto berminat masih bisa untuk bergabung sekarang”
Lambat laun dalam semua iming imingnya dan juga banyaknya korban lain, pak Maryanto mulai tergiur juga, banyak orang yang sudah tertipu ini di karenakan iming iming yang memang begitu menggiuarkan di antaranya modal sepenuhnya aman dan bisa di tarik sewaktu waktu, dengan keuntungan 10% tiap bulan apalagi dengan backgroundnya yang seorang tokoh agama.
“Ini adalah salah satu usaha saya untuk menaikkan perekonomian warga NU” Ujar Gus Ruri.
Sehingga dengan iming iming tersebut banyak orang yang sudah terjebak dalam kasus ini dan dalam kasus pak Maryanto ini ia terus di bujuk Gus Ruri dengan setiap hari di cegat di warung kopi jalan yang sering di lewati pak Maryanto sampai akhirnya pak Maryanto mulai masuk dalam investasi bodong ini pada bulan Oktober 2021 Pak Maryanto memberikan uang sebesar 30 jt.

Seperti halnya kasus penipuan yang lain, korban di berikan keyakinan di awal dengan di berikan sesuai janji yaitu 10% perbulan, yaitu 3 jt. Pak Maryanto di berikan 3Jt pada bulan November 2021, dan bahkan ada yang baru masukkan uang langsung bisa menerima 10% nya.

Hal ini menambah keyakinan pak Maryanto untuk menambah investasi nya sampai ia berhutang ke bank senilai 50 Jt ke Bank, bulan Desember sampai Januari 2022 pak Maryanto masih mendapat uang bulanan sesuai yang dijanjikan. Namun ketika di tambah lagi uang sebesar 260 Jt, Gus Ruri ini sudah berhenti memberi uang bulanan ke korban, bukan hanya pak Maryanto, namun juga semua korban di hentikan penjatahannya.

Ketika sudah tidak di beri lagi akhirnya para korban mulai curiga, dan alasan gus Ruri adalah ia sudah tidak di beri oleh atasannya, para korban terus mendesak dan jawaban Gus Ruri adalah “akan saya usahakan, saya minta waktunya”.
Sampai akhirnya pak Maryanto ini yang berbeda dengan korban lain ia memiliki bukti transfer, dan melaporkan Gus Ruri ke Polres Pare, pada bulan September 2022 dalam proses penyidikan ini di lakukan oleh pak Andik, Gus Ruri telah mengakui uang pak Maryanto yang di bawa olehnya adalah senilai 430 Jt, namun naasnya sampai detik ini belum ada informasi lebih lanjut lagi dari pihak Polres.

Selama proses tersebut para korban sudah sering mendatangi rumah pelaku untuk terus menagih namun pelaku masih terus beralasan, Ia sempat mengatakan ini masih proses, lalu dalam kedatangan para korban selanjutnya Gus Ruri mengatakan sedang menjual tanah senilai 1M dan akan di bayarkan ke para korban secepatnya, karena tidak kunjung di berikan juga untuk sekali lagi para korban mendatangi Gus Ruri, dan ternyata pelaku malah melakukan tindak pidana yang lebih lagi, yaitu penipuan, Gus Ruri memberikan kepada Para Korban berlian yang katanya bisa laku 2 M kalau di jual, dan ternyata setelah di tawarkan ke pasar baru di ketahui berlian tersebut palsu.

Sungguh Naas kasus para korban di desa Wanengpaten ini, mereka kebanyakan adalah dari kalangan menengah kebawah, mereka tertipu sekian banyak uang.
“Untuk makan saja lo rekan rekan itu susah pak, apalagi sampai di tipu segitu banyaknya, kok tega gitu lo, sampai ada yang sakit, cerai, bahkan meninggal lo pak, karna masalah uang kan sentral banget pak, gak habis fikir saya seorang kiyai bisa setega itu pada jamaahnha sendiri, sekarang, masjidnya sudah sepi, semua sudah sakit hati dan kecewa sama dia, kita semua putus asa, dia di mintai ganti rugi tidak bisa, dari kepolisian juga tidak ada tindakan” Ujar pak Maryanto dalam keluhan panjanganya.
Semoga dengan adanya berita ini, kasus penipuan Investasi bodong tersebut dapat segera mendapatkan perhatian dari pihak berwajib dan segera di tanggapi lagi.

Irvan