Hujan Deras Picu Longsor di Sejumlah Wilayah Dampit, PMI dan Warga Bergerak Tangani Dampak Bencana
Krisnanewstv.com | MALANG – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, sejak Minggu malam (1/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB memicu tanah longsor dan banjir di sejumlah desa dan kelurahan. Bencana tersebut berdampak pada permukiman warga hingga akses jalan kampung dan jalan provinsi.
Berdasarkan laporan PMI Kecamatan Dampit, Senin (2/11/2026), sejumlah titik terdampak telah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat bersama PMI. Meski demikian, beberapa lokasi masih membutuhkan penanganan lanjutan untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran akses jalan.
Di Desa Bumirejo, longsor terjadi di kawasan Watusoko hingga sempat menutup akses jalan provinsi. Saat ini, material longsor telah ditangani. Namun, warga tetap diminta waspada karena lokasi tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Longsor juga terjadi di Kelurahan Dampit, tepatnya di kawasan Sumberkembar. Tiga titik terdampak berada di RT 07, RT 05, dan RT 08 RW 10. Material longsoran sempat menutup jalan kampung sebelum akhirnya ditangani secara mandiri oleh masyarakat.
Sementara di Desa Sumbersuko, tepatnya RT 15 RW 02, luapan air terjadi setelah aliran sungai atau saluran air tersumbat kayu dan bambu. Air meluap hingga ke jalan sehingga penanganan dilakukan dengan mendatangkan alat berat.
Dampak hujan deras juga dirasakan warga di kawasan Pamotan Sawo dan Desa Sukodono. Di Sukodono, dua rumah milik Bu Riati dan Pak Kayar, warga RT 21 RW 02, terdampak longsoran.
Di sepanjang Jalan Raya Srimulyo, tercatat tujuh titik longsor yang tersebar di sekitar wilayah Srimulyo, Crabaan, dan Sumbersuko. Sejumlah titik masih menyisakan material longsoran di bahu jalan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kejadian serupa turut dilaporkan di wilayah Jambangan, tepatnya RT 36 RW 06, akibat derasnya aliran air.
Rumah Warga Rusak, Butuh Bantuan
Selain longsor dan luapan air, hujan lebat juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Kelurahan Dampit.
Rumah milik Yeni, warga RT 008/RW 008 Gunung Jati, mengalami kerusakan pada bagian atap hingga ambrol. Berdasarkan laporan yang diterima, kondisi rumah tersebut belum tertangani secara menyeluruh.
Pemilik rumah saat ini membutuhkan bantuan mendesak berupa terpal dan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar serta melindungi bagian rumah yang rusak.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya penanganan dampak bencana yang masih berlangsung di sejumlah titik.
Warga Diminta Tetap Waspada
Saat ini, hujan dilaporkan telah reda. Sejumlah titik longsor sudah ditangani melalui kerja sama masyarakat dan PMI Kecamatan Dampit.
Meski demikian, warga yang tinggal di kawasan rawan longsor dan sekitar aliran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak serta kemungkinan hujan kembali turun perlu menjadi perhatian bersama.
PMI bersama masyarakat terus melakukan penanganan di lokasi terdampak untuk membantu memulihkan kondisi lingkungan dan memastikan akses masyarakat dapat kembali digunakan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Arifpin
KrisnaNewsTV – Malang
