Rembug Stunting Desa Wonokerto, Perkuat Sinergi Cegah Stunting dari Tingkat Desa

MALANG, Krisnanewstv.com — Upaya mencegah dan menurunkan angka stunting terus diperkuat dari tingkat desa. Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menggelar Rembug Stunting sebagai ruang bersama untuk membahas langkah pencegahan sekaligus kebutuhan masyarakat terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Desa Wonokerto, Kamis (17/9/2026). Selain membahas penanganan stunting, forum ini juga menjadi bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) untuk tahun mendatang.

Rembug dihadiri perwakilan Kecamatan Bantur yang diwakili staf kecamatan Ngatimun, Pendamping Desa Wonokerto sekaligus narasumber Kiki Ruris Dawara, S.T., Kepala Desa Wonokerto Termidi, tenaga perawat dan bidan dari Puskesmas Wonokerto, Ketua BPD, serta kader kesehatan Desa Wonokerto.

Suasana pembahasan tidak sekadar berorientasi pada angka stunting. Para peserta membicarakan bagaimana upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini melalui kerja bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, pendamping desa, BPD, dan masyarakat.

Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu perhatian penting. Pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, perhatian terhadap ibu hamil, hingga edukasi kepada keluarga menjadi bagian dari kebutuhan yang perlu terus diperkuat.

Kepala Desa Wonokerto Termidi bersama jajaran pemerintah desa menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pencegahan stunting dinilai membutuhkan kepedulian bersama karena persoalan tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga pola asuh, lingkungan, pengetahuan keluarga, dan pemenuhan kebutuhan gizi.

Dari sisi kesehatan, kehadiran tenaga perawat dan bidan dari Puskesmas Wonokerto memberikan penguatan terhadap pembahasan. Edukasi dan pemantauan kondisi ibu hamil, bayi, serta balita menjadi bagian penting agar persoalan yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Rembug Stunting juga menjadi kesempatan untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan perencanaan pembangunan desa. Program yang nantinya dituangkan dalam RKP Desa diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Sebab, pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya tentang mengejar penurunan angka. Di balik setiap program kesehatan terdapat harapan agar anak-anak Desa Wonokerto dapat tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memiliki kesempatan yang lebih baik di masa depan.

Melalui Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Wonokerto mendorong penguatan kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan, dimulai dari keluarga dan diperkuat bersama di tingkat desa.

(Arifpin)