Di Tengah Kepungan Asap Karhutla TNBTS, Tim Dokkes Polres Malang Jaga Napas Para Penjinak Api

MALANG  Krisnanewstv.com — Melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya perkara bagaimana api dipadamkan. Di balik kepulan asap dan medan terjal, ada petugas serta relawan yang mempertaruhkan tenaga demi mengendalikan kobaran api.

Karena itu, ketika para penjinak api berjibaku di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kesehatan mereka pun menjadi perhatian serius.

Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Malang Polda Jatim diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi fisik personel gabungan dan relawan tetap terpantau.

Aksi tersebut dilakukan di Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan, menangani luka ringan, menyediakan obat-obatan, hingga membagikan ribuan masker untuk membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap dan debu di sekitar lokasi kebakaran.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri melalui Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menegaskan, keselamatan dan kesehatan petugas menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Medan ekstrem dan paparan asap membuat personel di lapangan harus bekerja dengan kondisi yang tidak mudah. Karena itu, pemantauan kesehatan dilakukan agar kelelahan maupun cedera dapat segera ditangani.

“Tim Dokkes Polres Malang hadir untuk memberikan pengobatan langsung bagi yang terluka atau mengeluh sakit, sekaligus membagikan masker,” terang AKP Budiono, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, posko medis keliling disiagakan agar persoalan kesehatan yang muncul di tengah operasi dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Jika ada petugas mengalami kelelahan atau cedera, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin di lokasi.

“Kami juga terus mengingatkan seluruh personel untuk tidak memaksakan diri dan segera mengambil jeda istirahat jika tubuh sudah memberi sinyal kelelahan,” tambahnya.

Api Dilawan, Kesehatan Tetap Dijaga

Hingga Minggu (13/9/2026) siang, upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS masih berlangsung. Di sejumlah titik, petugas gabungan harus menggunakan metode pemadaman manual dengan water sprayer dan hydrant portable.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Jalur yang terjal dan sulit dijangkau membuat sejumlah lokasi hanya dapat ditembus menggunakan motor trail atau dengan berjalan kaki.

Saat ini, penanganan dilakukan melalui dua fokus utama, yakni pemadaman titik api yang masih aktif serta proses pendinginan (cooling down) untuk mencegah api kembali muncul.

Sejumlah titik seperti Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan berada dalam tahap pembasahan intensif.

Sementara itu, Blok Painem menjadi salah satu titik yang masih menghadapi kendala karena terdapat api di lereng curam yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di tengah situasi tersebut, keberadaan tim medis menjadi bagian tak terpisahkan dari operasi kemanusiaan. Sebab, mereka yang berada di garis depan juga membutuhkan perlindungan agar tetap mampu menjalankan tugas.

AKP Budiono mengimbau petugas maupun masyarakat di sekitar kawasan terdampak untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan, terutama ketika kabut asap mulai menebal.

“Jangan sepelekan gejala ringan. Jika mulai merasakan sesak napas, pusing, mual, atau kelelahan ekstrem, segera hentikan aktivitas, menepi, dan datangi posko medis kami untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Api memang harus ditaklukkan. Namun keselamatan manusia tetap menjadi prioritas. Di balik setiap upaya memadamkan karhutla, ada napas para petugas yang juga harus dijaga.

(Ag/Hum)