Jogo Jatim Jangan Jadi Slogan: Kapolda Jatim Dorong Warga Berani Bongkar Kekerasan dan Eksploitasi Perempuan-Anak

SURABAYA — Jangan diam. Jangan menjadi penonton. Ketika kekerasan, eksploitasi perempuan dan anak hingga dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terjadi di sekitar kita, keberanian untuk bersuara bisa menjadi pintu penyelamatan bagi korban.

Pesan tegas itu disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat membuka kampanye Rise and Speak bertema “Berani Bicara Selamatkan Sesama” di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Kapolda menegaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah dan memutus rantai kekerasan maupun eksploitasi. Laporan dari masyarakat dinilai menjadi salah satu bagian penting agar persoalan yang dialami korban tidak berhenti dalam diam dan ketakutan.

“Jangan pernah menjadi penonton ketika melihat sesama kesulitan. Jangan diam saat menyaksikan ketidakadilan. Satu suara yang berani dapat menyelamatkan satu kehidupan,” tegas Irjen Nanang.

Menurutnya, Jawa Timur merupakan wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, sekaligus memiliki aktivitas ekonomi dan pariwisata yang berkembang. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama terhadap berbagai potensi kerawanan sosial.

Karena itu, semangat “Jogo Jatim” tidak cukup dimaknai sebatas menjaga keamanan fisik. Semangat tersebut, kata Kapolda, harus berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama perempuan dan anak.

Jangan Tunggu Korban Bertambah

Kekerasan dan eksploitasi kerap menyisakan trauma bagi korban. Dalam situasi seperti itu, keberanian untuk melapor menjadi penting agar intimidasi dan siklus kekerasan dapat dihentikan.

Kapolda pun mengajak berbagai elemen masyarakat ikut mengambil peran. Keluarga, sekolah, pelaku usaha, komunitas hingga masyarakat di ruang digital dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap keselamatan perempuan dan anak.

Pesannya jelas: kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa iba. Ketika menemukan dugaan kekerasan atau eksploitasi, masyarakat didorong untuk berani menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang.

Sebagai bagian dari komitmen perlindungan korban, Polda Jatim memaksimalkan fungsi Direktorat Reserse PPA dan PPO sebagai garda terdepan dalam menerima dan menangani pengaduan masyarakat terkait persoalan perempuan, anak, serta TPPO.

Kapolda juga mengingatkan agar keberanian menyuarakan persoalan tetap dibarengi dengan sikap santun dan bijaksana.

“Jadilah generasi yang berani bersuara tetapi tetap santun, berani bertindak bijaksana, dan membela kebenaran dengan menjunjung nilai kemanusiaan,” pungkas Irjen Nanang.

Pada akhirnya, Jogo Jatim bukan hanya tentang menjaga jalan, menjaga wilayah, atau menjaga ketertiban. Jogo Jatim juga berarti berani menjaga manusia—terutama mereka yang rentan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi. (Ag/Hum)