Malam Ke-17 Safari Maulid 40 Malam di Karangsuko, Sekaligus Kenang 1.000 Hari Almarhumah Ibu Rupi’ah

 

MALANG krisnanewstv.com— Lantunan sholawat, zikir, dan doa menggema di Dusun Karang Sukmo, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026) malam.

Suasana penuh khidmat dan haru terasa di kediaman Abah Yamin, RT 25 RW 4. Malam itu menjadi bagian dari rangkaian Maulid Wat Ta’lim Rauyadlul Jannah, yang memasuki malam ke-17 dari agenda Maulid Nabi Muhammad SAW selama 40 malam berturut-turut.

Kegiatan bertajuk “Karangsuko Bersholawat dan Berzikir” tersebut sekaligus menjadi momentum keluarga dan masyarakat untuk mengenang 1.000 hari wafatnya almarhumah Ibu Rupi’ah.

Sejak selepas salat Isya, ribuan jemaah dan warga mulai berdatangan. Mereka memadati lokasi hingga sebagian meluber ke area jalan. Kehadiran masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan, kerukunan, sekaligus penghormatan kepada almarhumah semasa hidup.

Sejumlah ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Gus Ibrahim dari Batu, Habib Taufik Barobah dari Blimbing, Habib Abdurohman Barobah dari Singosari, Habib Abdullah Alhamid dari Malang Kota, serta para kiai dan ustaz dari sejumlah wilayah.

Turut hadir Kolonel Bahaudin selaku Penasehat Satgas RJ. Dari unsur Muspika Bantur hadir Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syaifudin, S.H., M.H., serta Bayu Jatmiko, S.STP., yang diwakili Ngatemon.

Acara diawali dengan pembacaan zikir, tahlil, dan doa yang secara khusus ditujukan untuk almarhumah Ibu Rupi’ah. Ribuan jemaah bersama-sama memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Suasana semakin menyentuh ketika kalimat-kalimat thoyyibah menggema dari ribuan jemaah di bawah langit Dusun Karang Sukmo.

Memasuki acara utama, lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW mengalun bersama iringan rebana. Para ulama yang hadir kemudian memimpin sholawat sekaligus menyampaikan tausiah dan pesan-pesan keagamaan kepada jemaah.

Dalam tausiah, jemaah diajak untuk senantiasa menata niat dalam setiap ibadah. Sholawat dan zikir diharapkan tidak hanya menjadi rangkaian ucapan, tetapi juga hadir dari hati yang tulus, bersih, serta menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jemaah juga diajak meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, para habaib, dan ulama, serta tidak pernah berhenti mendoakan kedua orang tua, termasuk mereka yang telah lebih dahulu menghadap Sang Khalik.

Abah Yamin selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta ribuan jemaah yang telah hadir.

“Malam ke-17 ini sangat spesial bagi keluarga kami. Selain konsistensi kita memperingati Maulid Nabi selama 40 malam, malam ini kami juga memperingati 1.000 hari almarhumah Ibu Rupi’ah,” ungkap Abah Yamin.

Ia berharap keberkahan dari lantunan sholawat dan zikir bersama tersebut dapat dirasakan keluarga sekaligus seluruh masyarakat.

“Kami berharap berkah sholawat dan zikir bersama para ulama ini tidak hanya menerangi jalan almarhumah, tetapi juga membuat Dusun Karang Sukmo senantiasa bersinar dengan keberkahan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, khusyuk, dan penuh kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan doa keselamatan bersama serta ramah tamah antarwarga.

Bagi masyarakat Karangsuko, kegiatan tersebut bukan sekadar peringatan Maulid Nabi. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, merawat tradisi keagamaan, serta bersama-sama mengirimkan doa bagi keluarga dan orang-orang tercinta yang telah meninggal dunia.

Dari Karang Sukmo, semangat bersholawat dan berzikir kembali menjadi pengikat kebersamaan—menghidupkan suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Bantur.

(Suryadi)