Dana Pasar Karangploso Diduga Dialihkan, Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak
Krisnanewstv.com | KARANGPLOSO, 23 Agustus 2026 — Pembangunan lapak atau stan swadaya di kawasan Pasar Buah Karangploso, Kabupaten Malang, yang hingga kini belum juga rampung, mulai menjadi sorotan serius di kalangan pedagang.
Proyek yang semestinya menjadi bagian dari penataan dan peningkatan fasilitas pasar tersebut dipertanyakan karena kondisi pembangunan yang belum selesai dinilai tidak sebanding dengan dana yang sebelumnya dihimpun untuk kepentingan pembangunan maupun pemeliharaan.
Sejumlah narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada redaksi menyampaikan adanya dugaan persoalan dalam pengelolaan dana tersebut.
Bahkan, muncul dugaan bahwa sebagian dana yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dan pemeliharaan pasar justru dialihkan untuk kepentingan lain.
Informasi yang diterima redaksi juga menyebut adanya dugaan penggunaan dana yang berkaitan dengan kepentingan politik praktis pada momentum politik tertentu.
Namun demikian, Krisnanewstv.com menegaskan bahwa informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum dilakukan verifikasi melalui dokumen, pemeriksaan maupun keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Pedagang Pertanyakan Nasib Dana
Kondisi pembangunan lapak yang belum rampung membuat sejumlah pedagang mempertanyakan kejelasan pengelolaan dana yang telah dihimpun.
Bagi pedagang, persoalannya bukan sekadar pembangunan fisik yang mangkrak.
Ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar:
Ke mana dana yang telah dihimpun tersebut digunakan?
Apakah seluruhnya benar-benar masuk dalam pembiayaan pembangunan dan pemeliharaan pasar?
Ataukah terdapat penggunaan lain yang belum diketahui para pedagang?
Pertanyaan tersebut dinilai wajar mengingat dana yang dihimpun berkaitan langsung dengan kepentingan fasilitas pasar dan para pedagang.
Muncul Informasi Sembako dan Alat Peraga Politik
Redaksi juga menerima informasi mengenai dugaan adanya penyaluran sembako serta alat peraga yang disebut-sebut berkaitan dengan dana yang tengah dipersoalkan.
Informasi tersebut menjadi penting untuk ditelusuri karena apabila benar terdapat penggunaan dana pasar untuk kepentingan di luar peruntukannya, persoalannya tidak lagi sekadar menyangkut pembangunan lapak.
Namun, sekali lagi, informasi mengenai dugaan penyaluran sembako dan alat peraga tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Redaksi mendorong agar informasi tersebut diuji melalui dokumen, bukti transaksi, sumber dana, serta keterangan pihak yang mengetahui pengelolaannya.
Dengan demikian, tidak terjadi penghakiman terhadap pihak tertentu sebelum fakta sebenarnya ditemukan.
Perlu Audit dan Penelusuran Terbuka
Sejumlah pedagang berharap persoalan tersebut tidak berhenti menjadi isu di lingkungan pasar.
Mereka meminta pihak berwenang maupun instansi yang memiliki kewenangan pengawasan melakukan penelusuran secara transparan terhadap sumber dana, mekanisme pengumpulan, penggunaan, hingga sisa dana pembangunan lapak swadaya.
Jika seluruh pengelolaan dana telah sesuai peruntukan, maka penelusuran tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memberikan kepastian sekaligus membersihkan dugaan yang berkembang.
Sebaliknya, apabila ditemukan adanya penyimpangan, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.
Publik Berhak Mendapat Penjelasan
Krisnanewstv.com menilai persoalan ini layak mendapatkan perhatian karena menyangkut dana yang berkaitan dengan kepentingan para pedagang dan fasilitas pasar.
Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan pengelolaan dana pembangunan lapak swadaya Pasar Buah Karangploso.
Jika dugaan tersebut tidak benar, silakan dijelaskan. Jika terdapat dokumen penggunaan dana, publik juga berhak mengetahuinya.
Yang dibutuhkan saat ini bukan saling tuding, melainkan transparansi, dokumen, dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab pembangunan lapak yang belum selesai hanyalah persoalan yang terlihat di permukaan.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: bagaimana sebenarnya dana tersebut dikelola dan ke mana alirannya?
Publik menunggu jawabannya.
