Aliansi Wartawan Gelar Santunan 50 Anak Yatim, Bingkisan Veteran dan Pentas Seni Tari Nusantara
KEDIRI Krisnanewstv.com— Aliansi Wartawan se-Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dan budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang mengusung semangat persatuan dan kepedulian tersebut digelar di Gedung Nusantara, Kwadungan, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 15.00 WIB. Selain menghadirkan pentas seni budaya Nusantara, acara juga diisi dengan santunan bagi 50 anak yatim dan pemberian bingkisan kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan.
Masyarakat yang hadir juga dapat menikmati berbagai stand jajanan UMKM serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara insan pers, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas seni budaya, serta berbagai elemen masyarakat.
Puncak kegiatan diisi dengan pentas seni tari dan budaya Nusantara, yang menampilkan keberagaman seni tradisional Indonesia. Berbagai kesenian seperti Reog Ponorogo, Pecut Samandiman, Barongsai, Jaipong dan kontingen Tari dari beberapa kabupaten dan kota. Hadir dari kabupaten blitar diwakili sanggar Tari Langen Kusuma menjadi peserta Favorit.ragam seni tradisional lainnya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Aliansi Wartawan menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan amanah yang harus diisi melalui karya, pengabdian, persatuan dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Media bukan hanya bertugas menyampaikan berita. Media memiliki tanggung jawab moral menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, menyuarakan aspirasi rakyat, mengawal pembangunan serta memberikan informasi yang benar, berimbang dan mencerdaskan,” ujarnya.
Menurutnya, media harus mampu menjadi bagian dari solusi dan tidak menjadi sumber perpecahan. Wartawan juga diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi turut mengangkat potensi daerah, mempromosikan kebudayaan Nusantara, mendukung UMKM, mengapresiasi prestasi masyarakat dan menyebarkan semangat gotong royong.
“Indonesia yang berdaulat membutuhkan media yang berani. Indonesia yang adil membutuhkan media yang independen. Indonesia yang makmur membutuhkan media yang mencerdaskan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, kode etik jurnalistik dan verifikasi fakta. Di tengah derasnya arus informasi digital, insan pers dituntut menjadi garda terdepan dalam melawan berita bohong, disinformasi, provokasi dan ujaran kebencian.
Aliansi Wartawan, lanjutnya, hadir dengan semangat membangun persatuan dan mendorong sinergi antara insan media, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas seni budaya serta seluruh elemen bangsa.
“Jangan pernah lelah menjadi penyambung suara masyarakat. Jangan pernah takut menyampaikan kebenaran. Dan jangan pernah lupa bahwa di balik setiap berita, ada kepentingan masyarakat yang harus kita jaga,” katanya.
Melalui kegiatan santunan, penghormatan kepada veteran, layanan kesehatan gratis, dukungan terhadap UMKM dan pentas seni budaya, Aliansi Wartawan berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, persatuan dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Aliansi Wartawan se-Jawa Timur untuk terus membangun tradisi pers yang profesional, berintegritas dan berpihak pada kebenaran.
“Media bersatu, masyarakat kuat. Pers berintegritas, Indonesia bermartabat. Bersama kita wujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkasnya.
