LBB dan Festival Kalipare Tempo Doeloe 2026 Pikat Ribuan Mata, Budaya Lokal dan Semangat Pelajar Bersatu

MALANG | Krisnanewstv.com – Jalan Raya Utama Kalipare, Kabupaten Malang, Selasa (11/8/2026), berubah menjadi panggung semarak budaya dan kreativitas masyarakat. Sejak pukul 07.00 WIB hingga malam hari, masyarakat disuguhi rangkaian kegiatan Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat lembaga pendidikan se-Kecamatan Kalipare yang dilanjutkan dengan Festival Kalipare Tempo Doeloe 2026.

Sejak pagi, riuh tepuk tangan dan sorak penonton mengiringi penampilan ratusan pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Mereka menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, ketepatan gerakan, serta kreativitas melalui berbagai variasi formasi baris-berbaris.

Bukan hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar membangun karakter, kebersamaan dan rasa nasionalisme.

Memasuki siang hingga malam hari, kemeriahan semakin terasa. Sepanjang Jalan Kalipare disulap dengan nuansa Jawa tempo dulu, lengkap dengan berbagai stan kuliner tradisional, kerajinan lokal, hingga pameran busana adat yang melibatkan pelaku UMKM setempat.

Festival Kalipare Tempo Doeloe 2026 pun sontak menjadi magnet bagi masyarakat. Pengunjung tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga diajak bernostalgia melalui suasana kampung Jawa masa lampau yang dikemas dalam konsep festival rakyat.

Camat Kalipare, Heru Irawan Aji, S.AP., M.AP., yang hadir sekaligus membuka rangkaian kegiatan, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang ikut menyukseskan acara tersebut.

Menurutnya, LBB memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak kita dalam Lomba Baris-Berbaris ini. Kegiatan ini merupakan pilar penting dalam memupuk disiplin, kekompakan, dan rasa nasionalisme sejak dini di lingkungan sekolah,” ujar Heru.

Ia menambahkan, Festival Kalipare Tempo Doeloe juga memiliki misi penting dalam menjaga keberadaan budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Melalui Festival Kalipare Tempo Doeloe, kita tidak hanya merawat identitas budaya lokal, tetapi juga secara nyata menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM di wilayah Kalipare menuju pembangunan yang makmur dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Agus, menjelaskan bahwa konsep kegiatan tahun ini sengaja memadukan unsur pendidikan, kreativitas generasi muda, hiburan dan pelestarian budaya.

Menurutnya, konsep tersebut dibuat agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat ikut menikmati sekaligus mengambil manfaat dari kegiatan yang digelar.

“Tahun 2026 ini kami mencatat partisipasi peserta LBB meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk Kalipare Tempo Doeloe sendiri, ada lebih dari 50 stan kuliner lawas dan pameran baju adat yang terlibat,” jelas Agus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimcam Kalipare serta seluruh masyarakat yang turut menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Kemeriahan LBB dan Festival Kalipare Tempo Doeloe 2026 menjadi gambaran bahwa tradisi, kreativitas generasi muda dan geliat ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.

Masyarakat pun berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Bukan sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merawat budaya, membangun karakter generasi muda dan menggerakkan ekonomi lokal.

(Suryadi)