Roro Jonggrang Naik Panggung di Pawai Budaya, SMPN 2 Nganjuk Sulap Legenda Jadi Pertunjukan Modern

 

NGANJUK | Krisnanewstv.com – Kisah legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso kembali hidup di tengah semarak Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kali ini, cerita klasik tersebut tampil dengan wajah berbeda. Keluarga besar SMP Negeri 2 Nganjuk mengemasnya dalam pertunjukan teatrikal yang memadukan seni tradisional dengan koreografi modern.

Ratusan siswa ikut ambil bagian dalam pertunjukan yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi cara kreatif untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya kepada generasi muda.

Legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso dikemas lebih kekinian, namun tetap mempertahankan roh cerita dan nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya.

Legenda Lama, Kemasan Baru

Kepala SMPN 2 Nganjuk, Ani Sutiani, S.Pd., M.Si., mengatakan pawai budaya tahun ini sengaja mengangkat cerita klasik dengan format yang lebih modern.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara agar cerita rakyat tidak berhenti sebagai kisah masa lalu, tetapi tetap dekat dan relevan dengan generasi sekarang.

“Pada pawai budaya ini, kami mencoba menyajikan teatrikal Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso,” ujarnya.

Tidak sekadar berakting, para siswa juga memadukan gerakan tari Jawa klasik dengan koreografi modern yang dinamis.

“Di sini kami juga menggelar teatrikal, memadukan gerakan tari Jawa klasik dengan koreografi modern yang dinamis,” lanjut Ani.

Perpaduan tersebut membuat kisah Roro Jonggrang tampil lebih segar. Tradisi tetap menjadi fondasi, sementara sentuhan modern menjadi jembatan agar cerita lebih mudah diterima generasi muda.

Roro Jonggrang Bukan Lagi Sekadar Putri Kerajaan

Menariknya, SMPN 2 Nganjuk tidak hanya mengadaptasi cerita secara visual. Karakter Roro Jonggrang juga diberi perspektif baru.

Ani menjelaskan, sosok Roro Jonggrang direbranding dari gambaran seorang putri kerajaan yang pasif menjadi figur perempuan yang mandiri, cerdas dan tegas.

Dalam pementasan tersebut, Roro Jonggrang digambarkan sebagai simbol perjuangan perempuan dalam menghadapi situasi sulit, termasuk ketika berhadapan dengan ancaman pernikahan yang tidak diinginkannya dengan sosok yang telah menghancurkan kerajaannya.

Pendekatan ini membuat legenda lama mendapatkan ruang tafsir baru tanpa harus kehilangan identitas ceritanya.

Bandung Bondowoso dengan Sentuhan Teknologi

Tak hanya Roro Jonggrang, karakter Bandung Bondowoso pun mendapatkan sentuhan kreatif.

Dalam konsep teatrikal SMPN 2 Nganjuk, Bandung Bondowoso direbranding sebagai sosok arsitek visioner dengan kemampuan mengelola proyek berskala besar.

“Sementara untuk Bandung Bondowoso direbranding sebagai pelopor arsitektur teknologi mistis, di mana ia diposisikan sebagai arsitek visioner dengan manajemen proyek skala raksasa yang melibatkan ribuan pekerja supernatural,” tegas Ani.

Konsep tersebut menjadi bentuk kreativitas siswa dalam membaca kembali cerita rakyat melalui perspektif masa kini.

Pawai budaya akhirnya bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang belajar. Seni tari, teater, sejarah, kreativitas hingga nilai-nilai kearifan lokal berpadu dalam satu sajian.

Melalui teatrikal Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, SMPN 2 Nganjuk menunjukkan bahwa cerita lama tidak harus ditinggalkan agar generasi muda tertarik. Cerita lama justru bisa diberi napas baru tanpa kehilangan akar budayanya.

Semangat kemerdekaan pun terasa semakin lengkap: bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan terus dikenali generasi berikutnya.

Pawarta NT

O